LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah berupaya menekan laju penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkiti ternak dengan menggencarkan vaksinasi hewan ternak.
Menteri Koordinasi Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa upaya vaksinasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan herd immunity dari hewan ternak.
"Selanjutnya akan didorong vaksinasi dasar sebanyaak dua kali dengan interbal satu bulaan serta vaksinasi penguat setiap enam bulan, Pelaksanaan program vaksinasi tersebut akan dilakukan oleh sekitar 1.872 tenaga medis dan 4.421 paramedia," ujar Airlangga dalam keterangannya dikutip Senin (20/6/2022).
Baca juga: Soal PMK, Emil Imbau Masyarakat Tenang Jelang Idul AdhaMenurut Airlangga, pemerintah saat ini tengah menyelesaikan pembelian vaksin tiga juta dosis agar dapat segera didistribusikan dan dilakukan vaksinasi pada ternak prioritas.
"Prioritas vaksinasi dibutuhkan sebanyak 28 juta dosis vaksin yang akan dipenuhi dengan vaksin impor dan vaksin dalam negeri dari Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) serta produsen vaksin dalam negeri lainnya," ungkapnya.
Menurut Airlangga hal tersebut mengingat saat ini jumlah vaksinasi PMK masih rendah, sehingga pihaknya menekankan perlunya pengaturan dan pengawasan lalu lintas hewan dan ternak untuk kecamatan atau desa mendasarkan pada zonasi, yakni zona merah (daerah wabah), zona oranye (daerah tertular), zona kuning (daerah terduga), dan zona hijau (daerah bebas).
Baca juga: Kementan Segera Distribusikan 800 Ribu Vaksin PMK ke Berbagai Daerah"Lalu lintas hewan ternak antarzona risiko tersebut akan terus diawasi, dan juga akan dikendalikan oleh TNI/Polri. Sistem ini penting dilakukan, jangan hanya melihat persentase kasus yang kecil, tapi kita tidak ingin ini terus meluas,” tegasnya.
(sof)