Delegasi Al-Azhar Kunjungi Indonesia, Ini 3 Rencana Kegiatan Utama
Redaksi
Selasa, 21 Juni 2022 - 13:13 WIB
Delegasi Al-Azhar juga akan menyaksikan peresmian Kampus Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) yang berada di bawah naungan OIAA Cabang Indonesia. Foto: Istimewa.
Dalam rangka mempererat hubungan antara Al-Azhar as-Syarif dengan Indonesia, delegasi Al-Azhar berkunjung ke Indonesia pada tanggal 20-26 Juni 2022 untuk melakukan serangkaian pertemuan dengan beberpa lembaga pemerintah, organisasi-organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, serta institusi-institusi pendidikan Islam.
"Dalam kunjungan ini, delegasi Al-Azhar tersebut direncanakan akan melakukan tiga kegiatan utama. Pertama, melakukan kunjungan dan pertemuan dengan Kementerian Agama RI, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, dan Pengurus Pusat Muhammadiyah," kata Sekretaris Jenderal OIAA Cabang Indonesia, Muchlis M Hanafi dalam keterangannya, Selasa (21/6/2022).
Muchlis menjelaskan, dalam pertemuan-pertemuan tersebut akan dibahas langkah-langkah bersama untuk mempererat hubungan Al-Azhar, khususnya dengan lembaga dan organisasi tersebut, memperkuat jaringan dan kerja sama dalam rangka penguatan moderasi beragama di dunia Islam, juga menjajaki kemungkinan-kemungkinan kerja sama dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah.
Baca Juga:Grand Syekh Al-Azhar: Ahlussunnah wal Jamaah Tak Hanya Terkait pada 1 Kelompok Saja
"Al-Azhar memandang Indonesia sebagai negara Muslim terbesar yang telah mampu menunjukkan Islam sebagai agama yang menyatukan, toleran, moderat, dan demokratis," katanya.
Nilai-nilai toleransi yang mengakar di masyarakat Indonesia dipandang sejalan dengan misi besar Al-Azhar dalam menyebarkan pemahaman dan perilaku keagamaan yang moderat dan relevan dalam mewujudkan perdamaian dunia. Karena itulah Al-Azhar ingin mengenal lebih dalam Islam Indonesia melalui beberapa lembaga negara terkait, ormas-ormas seperti NU, Muhammadiyah, dan lainnya.
Kedua, delegasi Al-Azhar juga akan menyaksikan peresmian Kampus Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) yang berada di bawah naungan OIAA Cabang Indonesia. Lembaga yang kampusnya akan diresmikan ini juga membawahi Markaz Al-Azhar Li Ta'lim al-Lughah al-Arabiyyah Li Ghayr an-Natiqin Biha Far' Indonesia.
"Dalam kunjungan ini, delegasi Al-Azhar tersebut direncanakan akan melakukan tiga kegiatan utama. Pertama, melakukan kunjungan dan pertemuan dengan Kementerian Agama RI, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, dan Pengurus Pusat Muhammadiyah," kata Sekretaris Jenderal OIAA Cabang Indonesia, Muchlis M Hanafi dalam keterangannya, Selasa (21/6/2022).
Muchlis menjelaskan, dalam pertemuan-pertemuan tersebut akan dibahas langkah-langkah bersama untuk mempererat hubungan Al-Azhar, khususnya dengan lembaga dan organisasi tersebut, memperkuat jaringan dan kerja sama dalam rangka penguatan moderasi beragama di dunia Islam, juga menjajaki kemungkinan-kemungkinan kerja sama dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah.
Baca Juga:Grand Syekh Al-Azhar: Ahlussunnah wal Jamaah Tak Hanya Terkait pada 1 Kelompok Saja
"Al-Azhar memandang Indonesia sebagai negara Muslim terbesar yang telah mampu menunjukkan Islam sebagai agama yang menyatukan, toleran, moderat, dan demokratis," katanya.
Nilai-nilai toleransi yang mengakar di masyarakat Indonesia dipandang sejalan dengan misi besar Al-Azhar dalam menyebarkan pemahaman dan perilaku keagamaan yang moderat dan relevan dalam mewujudkan perdamaian dunia. Karena itulah Al-Azhar ingin mengenal lebih dalam Islam Indonesia melalui beberapa lembaga negara terkait, ormas-ormas seperti NU, Muhammadiyah, dan lainnya.
Kedua, delegasi Al-Azhar juga akan menyaksikan peresmian Kampus Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) yang berada di bawah naungan OIAA Cabang Indonesia. Lembaga yang kampusnya akan diresmikan ini juga membawahi Markaz Al-Azhar Li Ta'lim al-Lughah al-Arabiyyah Li Ghayr an-Natiqin Biha Far' Indonesia.