Air Purifier Pencegah Udara Buruk Masuk ke Rumah, Benarkah?
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 21 Juni 2022 - 14:36 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Beberapa hari belakangan kualitas udara di Jakarta tidak dalam kondisi baik, bahkan disebut terburuk ketiga di dunia. Banyak yang mengasumsikan penyebabnya karena telah mulainya work from office (WFO) di Jakarta.
Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Urip Haryoko menerangkan beberapa hari terakhir tingkat polutan di Jakarta mengalami lonjakan. Dari data BMKG, kadar polutan berada pada level 148 µg/m3.
"Tingginya konsentrasi PM2.5 dibandingkan hari-hari sebelumnya juga dapat terlihat saat kondisi udara di Jakarta secara kasat mata terlihat cukup pekat/gelap," kata Urip seperti dikutip dari Antara, Selasa (21/6/2022).
Baca juga: 5 Tanaman Hias Ini Bisa Jadi Pengganti Air Purifier
Urip menambahkan, kualitas udara di Jakarta dipengaruhi oleh berbagai sumber emisi. Sumber emisi itu berasal dari sumber lokal, seperti transportasi dan residensial, ataupun dari sumber regional dari kawasan industri.
Kualitas udara Jakarta yang buruk, menurut Urip dapat berdampak bagi warga dengan riwayat gangguan saluran pernapasan dan kardiovaskuler.
"Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan pelindung diri seperti masker yang sesuai untuk dapat mengurangi tingkat paparan terhadap polutan udara," jelas Urip.
Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Urip Haryoko menerangkan beberapa hari terakhir tingkat polutan di Jakarta mengalami lonjakan. Dari data BMKG, kadar polutan berada pada level 148 µg/m3.
"Tingginya konsentrasi PM2.5 dibandingkan hari-hari sebelumnya juga dapat terlihat saat kondisi udara di Jakarta secara kasat mata terlihat cukup pekat/gelap," kata Urip seperti dikutip dari Antara, Selasa (21/6/2022).
Baca juga: 5 Tanaman Hias Ini Bisa Jadi Pengganti Air Purifier
Urip menambahkan, kualitas udara di Jakarta dipengaruhi oleh berbagai sumber emisi. Sumber emisi itu berasal dari sumber lokal, seperti transportasi dan residensial, ataupun dari sumber regional dari kawasan industri.
Kualitas udara Jakarta yang buruk, menurut Urip dapat berdampak bagi warga dengan riwayat gangguan saluran pernapasan dan kardiovaskuler.
"Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan pelindung diri seperti masker yang sesuai untuk dapat mengurangi tingkat paparan terhadap polutan udara," jelas Urip.