Sejarah Seni Musik Kasidah, Sarana Dakwah Penyebaran Islam di Nusantara
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 22 Juni 2022 - 13:33 WIB
Grup musik Nasida Ria yang didirikan sejak tahun 1975. Foto: Instagram/Nasida Ria.
Grup musik Nasida Ria sontak menjadi perbincangan warganet ketika berhasil menghibur pengunjung festival musik di Kassel, Jerman, Sabtu (19/6/2022). Kelompok musik kasidah atau qasidah seperti Nasida Ria identik memainkan musik-musik bergaya arabik, gambus, shalawat dan lainnya.
Merujuk dari situs resmi Kementerian Agama, kasidah merupakan kesenian yang secara teks umumnya menggunakan pesan-pesan moral yang bersumber pada ajaran agama Islam. Kasidah berasal dari kata qasidah dalam bahasa Arab, artinya ‘puisi’, ‘lagu’ atau ‘nyanyian’.
Baca juga: Nasida Ria, Grup Kasidah Asal Semarang yang Bikin Warga Jerman Bergoyang
Arti kasidah selanjutnya menunjuk kepada lagu dan musik dengan ciri tersendiri, yakni lagu dengan syair-syair bertemakan agama atau dakwah Islam. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kasidah merupakan sebuah bentuk puisi yang berasal dari kesastraan Arab, yang sifatnya pujian (satire, keagamaan) yang biasanya dinyanyikan atau dilagukan.
Secara historis asal-muasal kesenian kasidah berasal dari masa pra Islam hingga kemudian dikenal pada masa Rasulullah. Namun, seiring perjalanan waktu, kesenian kasidah mengalami banyak perubahan, baik secara tema maupun kemasan.
Seiring perkembangan zaman, perubahan dan penambahan model kesenian musik inipun terjadi. Sehingga membuat kasidah juga disajikan dengan tema-tema umum, seperti persahabatan, percintaan, hingga rumah tangga.
Meski begitu, tujuan awal sebagai media dakwah Islam, tidak pernah hilang. Pesan-pesan yang disampaikan pun senantiasa disisipkan pada setiap penagunganuntuk Sang Pencipta dan kecintaan kepada Rasulullah.
Merujuk dari situs resmi Kementerian Agama, kasidah merupakan kesenian yang secara teks umumnya menggunakan pesan-pesan moral yang bersumber pada ajaran agama Islam. Kasidah berasal dari kata qasidah dalam bahasa Arab, artinya ‘puisi’, ‘lagu’ atau ‘nyanyian’.
Baca juga: Nasida Ria, Grup Kasidah Asal Semarang yang Bikin Warga Jerman Bergoyang
Arti kasidah selanjutnya menunjuk kepada lagu dan musik dengan ciri tersendiri, yakni lagu dengan syair-syair bertemakan agama atau dakwah Islam. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kasidah merupakan sebuah bentuk puisi yang berasal dari kesastraan Arab, yang sifatnya pujian (satire, keagamaan) yang biasanya dinyanyikan atau dilagukan.
Secara historis asal-muasal kesenian kasidah berasal dari masa pra Islam hingga kemudian dikenal pada masa Rasulullah. Namun, seiring perjalanan waktu, kesenian kasidah mengalami banyak perubahan, baik secara tema maupun kemasan.
Seiring perkembangan zaman, perubahan dan penambahan model kesenian musik inipun terjadi. Sehingga membuat kasidah juga disajikan dengan tema-tema umum, seperti persahabatan, percintaan, hingga rumah tangga.
Meski begitu, tujuan awal sebagai media dakwah Islam, tidak pernah hilang. Pesan-pesan yang disampaikan pun senantiasa disisipkan pada setiap penagunganuntuk Sang Pencipta dan kecintaan kepada Rasulullah.