Stop Menulis Nama Allah Jadi Yawla, Yaolo, dan Sebagainya
Muhajirin
Jum'at, 24 Juni 2022 - 15:58 WIB
ilustrasi (langit7.id/istock)
Nama Allah sering disebut sebagai bentuk ekspresi kaget, kagum, dan sebagainya. Namun, kerap banyak ditemukan pengguna media sosial yang menulis nama Allah dengan cara yang tidak benar.
Sering ditemui muda-mudi di dinding maya maupun kolom chat menyebut nama Allah menggunakan istilah-istilah yang diplesetkan. Misal, ada yang menulis ‘Yawla’, ‘Yawlo’, Yaoloh’, dan “Demiowoh’. Bahkan ada yang menulis ‘astajim’.
Ini tentu sangat bertentangan dengan adab kepada Allah. Di sisi lain, tulisan-tulisan semacam itu jelas dilarang dalam syariat, karena berkaitan dengan tauhid.
Tauhid dalam Islam merupakan ajaran inti. Dia ibarat akar dalam sebuah pohon. Hakikat tauhid adalah penyerahan diri, taat, menerima, dan mengagungkan Allah Azza wa Jalla.
Baca Juga: Kedahsyatan Dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum, Doa saat Hadapi Kesulitan
“Sedangkan bersenda gurau dan mengolok-olok Allah, Al-Qur’an, dan Rasul-Nya merupakan penentangan karena tidak menunjukkan pengagungan,” akun @dianwidayanti, dikutip laman almanhaj.or.id, Jumat (24/6/2022).
Sering ditemui muda-mudi di dinding maya maupun kolom chat menyebut nama Allah menggunakan istilah-istilah yang diplesetkan. Misal, ada yang menulis ‘Yawla’, ‘Yawlo’, Yaoloh’, dan “Demiowoh’. Bahkan ada yang menulis ‘astajim’.
Ini tentu sangat bertentangan dengan adab kepada Allah. Di sisi lain, tulisan-tulisan semacam itu jelas dilarang dalam syariat, karena berkaitan dengan tauhid.
Tauhid dalam Islam merupakan ajaran inti. Dia ibarat akar dalam sebuah pohon. Hakikat tauhid adalah penyerahan diri, taat, menerima, dan mengagungkan Allah Azza wa Jalla.
Baca Juga: Kedahsyatan Dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum, Doa saat Hadapi Kesulitan
“Sedangkan bersenda gurau dan mengolok-olok Allah, Al-Qur’an, dan Rasul-Nya merupakan penentangan karena tidak menunjukkan pengagungan,” akun @dianwidayanti, dikutip laman almanhaj.or.id, Jumat (24/6/2022).