home global news

Komisi IX Minta Distribusi Vaksin Harus Berbasis Kesehatan Masyarakat

Jum'at, 06 Agustus 2021 - 07:00 WIB
ilustrasi vaksin Covid-19 (foto: langit7.id/istock)
BUMN yang bertugas mendistribusikan vaksin Covid-19 Bio Farma mengakui bahwa pasokan vaksin Covid-19 tidak mencukupi target percepatan vaksinasi dari pemerintah. Stok yang ada hanya mampu mencukupi target 1 juta suntikan per hari.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta pemerintah agar memastikan stok vaksin dalam negeri aman dan memprioritaskan distribusi melalui pemerintah daerah.

"Bagaimana pemerintah mewujudkan target 3-5 juta dosis suntikan per hari, jika stok vaksin kurang? Bahkan beberapa daerah sudah mengeluhkan kekosongan vaksin. Jangan sampai kekosongan vaksin menjadi hambatan dalam percepatan herd immunity," kata Netty melalui keterangan tertulis, Kamis (5/8/2021)

Sehingga pemerintah harus memiliki strategi dan upaya ekstra guna mencukupi kebutuhan vaksin.

"Lakukan percepatan pengadaan vaksin, antara lain melalui skema vaksin hibah dari WHO atau negara sahabat lainnya. Optimalkan peran sebagai anggota Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) agar lebih banyak mendapatkan stok vaksin gratis," katanya.

Selain itu, Netty mendorong agar pemerintah meningkatkan kapasitas produksi vaksin dalam negeri dengan mengolah vaksin bentuk bulk (bahan baku).

"Indonesia membutuhkan jumlah vaksin yang sangat besar. Pemerintah harus mendorong industri farmasi dalam negeri meningkatkan kapasitas produksi agar vaksin dalam bentuk bulk bisa segera diolah menjadi vaksin siap suntik,” tambahnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
vaksin covid-19 vaksin covid-19 anggota dprd
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya