Jelang Idul Adha, Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Tercukupi
Ummu hani
Rabu, 29 Juni 2022 - 16:18 WIB
Suasana pasar hewan. Foto: Langit7/iStock.
Jelang Hari Raya Idul Adha, Kementerian Pertanian memastikan, ketersediaan hewan kurban sehat di Indonesia tercukupi di tengah mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK).
Direktur Perbibitan dan Produksi TernakKementerian Pertanian, Agung Suganda mengatakan, pada 2022 jumlah kebutuhan hewan kurban diprediksi mencapai 1,8 juta ekor.
"Ketersediaannya saat ini berada di angka 2,27 juta ekor sehingga masih aman untuk masyarakat ingin berkurban," ujar Agung dalam Forum Meredeka Barat 9, yang digelar secara virtual, rabu (29/6/2022).
Baca juga: Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban, Ini Penjelasan Gus Yusuf
Meski sejumlah provinsi mengalami defisit hewan kurban, yakni Jakarta, Jambi, Yogyakarta, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur, Kementan sudah melakukan rekayasa jalur distribusi untuk suplai daerah tersebut.
"Tapi kalau breakdown lagi ke basis provinsi memang masih ada beberapa yang masih mengalami defisit terkait hewan kurban ini. Namun, seiring dekatnya dengan Idul Adha, pergerakan hewan terus berjalan dan kami sudah punya rekayasa jalur distribusi untuk mensuplai kebutuhan di daerah tadi," tutur Agung.
Agung menyarankan masyarakat yang berada di daerah dengan ketersediaan hewan terbatas untuk melakukan kurban Idul Adha secara online melalui penyelenggara kurban resmi.
Direktur Perbibitan dan Produksi TernakKementerian Pertanian, Agung Suganda mengatakan, pada 2022 jumlah kebutuhan hewan kurban diprediksi mencapai 1,8 juta ekor.
"Ketersediaannya saat ini berada di angka 2,27 juta ekor sehingga masih aman untuk masyarakat ingin berkurban," ujar Agung dalam Forum Meredeka Barat 9, yang digelar secara virtual, rabu (29/6/2022).
Baca juga: Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban, Ini Penjelasan Gus Yusuf
Meski sejumlah provinsi mengalami defisit hewan kurban, yakni Jakarta, Jambi, Yogyakarta, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur, Kementan sudah melakukan rekayasa jalur distribusi untuk suplai daerah tersebut.
"Tapi kalau breakdown lagi ke basis provinsi memang masih ada beberapa yang masih mengalami defisit terkait hewan kurban ini. Namun, seiring dekatnya dengan Idul Adha, pergerakan hewan terus berjalan dan kami sudah punya rekayasa jalur distribusi untuk mensuplai kebutuhan di daerah tadi," tutur Agung.
Agung menyarankan masyarakat yang berada di daerah dengan ketersediaan hewan terbatas untuk melakukan kurban Idul Adha secara online melalui penyelenggara kurban resmi.