LANGIT7.ID - , Jakarta - Jelang Hari Raya Idul Adha, Kementerian Pertanian memastikan, ketersediaan
hewan kurban sehat di Indonesia tercukupi di tengah mewabahnya penyakit mulut dan kuku (
PMK).
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak
Kementerian Pertanian, Agung Suganda mengatakan, pada 2022 jumlah kebutuhan hewan kurban diprediksi mencapai 1,8 juta ekor.
"Ketersediaannya saat ini berada di angka 2,27 juta ekor sehingga masih aman untuk masyarakat ingin berkurban," ujar Agung dalam Forum Meredeka Barat 9, yang digelar secara virtual, rabu (29/6/2022).
Baca juga: Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban, Ini Penjelasan Gus YusufMeski sejumlah provinsi mengalami defisit hewan kurban, yakni Jakarta, Jambi, Yogyakarta, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur, Kementan sudah melakukan rekayasa jalur distribusi untuk suplai daerah tersebut.
"Tapi kalau
breakdown lagi ke basis provinsi memang masih ada beberapa yang masih mengalami defisit terkait hewan kurban ini. Namun, seiring dekatnya dengan Idul Adha, pergerakan hewan terus berjalan dan kami sudah punya rekayasa jalur distribusi untuk mensuplai kebutuhan di daerah tadi," tutur Agung.
Agung menyarankan masyarakat yang berada di daerah dengan ketersediaan hewan terbatas untuk melakukan kurban
Idul Adha secara online melalui penyelenggara kurban resmi.
"Bagi daerah yang masih defisit hewan kurban, disarankan bisa secara online. Kami tetap mengupayakan pemenuhan sesuai kebutuhan," ucapnya.
Diketahui saat ini, berdasarkan data Kementan, jumlah hewan ternak yang terkonfirmasi positif PMK di Indonesia mencapai 283.606 ekor. Jawa Timur menjadi daerah terbanyak dengan 114.921 ekor, Nusa Tenggara Barat 43.282 ekor, Aceh 31.923 ekor, Jawa Barat 30.456 ekor, dan Jawa Tengah 30.386 ekor.
Baca juga: Ini Kriteria Hewan Kurban Versi Surat Edaran KemenagKendati demikian, data kesembuhan
hewan ternak dari PMK sebanyak 91.555 ekor, dipotong bersyarat ada 2.689 ekor, mati 1.701 ekor, dan yang belum sembuh masih ada 187.661 ekor.
Hewan ternak paling banyak terjangkit PMK adalah sapi dengan total 278.937 ekor. Sementara kerbau 4.669 ekor, kambing 1.253 ekor, domba 958 ekor, dan babi 16 ekor.
(est)