Anggota DPR: Misi Perdamaian Jokowi Sejalan dengan Amanat UUD 1945
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 30 Juni 2022 - 12:05 WIB
Presiden Jokowi bersama Presiden Ukraina Zelenskyy. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Muzani mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan misi perdamaian ke Ukraina dan Rusia. Agenda tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan Indonesia bertanggung jawab untuk turut serta dalam upaya menciptakan perdamaian dan ketertiban dunia.
Muzani menlilai langkah ini dianggap strategis untuk menghindari ancaman krisis pangan dan energi akibat perang. "Kami sangat mengapresiasi tindakan Presiden Jokowi dalam melakukan misi perdamaian ke Ukraina dan Rusia guna mencegah perang yang berkelanjutan. Langkah ini untuk mendorong perdamaian dunia sesuai amanat UUD 1945," kata Muzani dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (30/6/2022).
Baca Juga:Presiden Jokowi Harap Tak Ada Lagi Kota di Ukraina Rusak Akibat Perang
Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan perang Ukraina-Rusia memicu krisis pangan dan energi yang mengakibatkan harga-harga komoditas dunia ikut naik secara signifikan. Oleh karena itu, penting bagi Indonesia selaku Presidensi G20 menggunakan pengaruhnya untuk meredam perang Ukraina-Rusia.
"Keputusan Presiden Jokowi melaksanakan misi perdamaian merupakan langkah penting dan strategis untuk meredam perang yang berkepanjangan. Karena itu menjadi harapan bagi masyarakat dunia untuk kembali meringankan krisis pangan dan energi yang saat ini menjadi ancaman dan tantangan nyata bagi negara-negara dunia," ujar Muzani.
Baca Juga:Presiden Jokowi Akan Bawa Pesan Zelenskyy untuk Putin
Selain itu, Muzani juga berharap negara-negara G7 dan G20 ikut serta dalam upaya membuka kembali keran kerjasama ekonomi dengan Ukraina dan Rusia. Mengingat Ukraina menjadi negara pemasok gandum nomor satu dunia dan Rusia sebagai industri pupuk terbesar.
Muzani menlilai langkah ini dianggap strategis untuk menghindari ancaman krisis pangan dan energi akibat perang. "Kami sangat mengapresiasi tindakan Presiden Jokowi dalam melakukan misi perdamaian ke Ukraina dan Rusia guna mencegah perang yang berkelanjutan. Langkah ini untuk mendorong perdamaian dunia sesuai amanat UUD 1945," kata Muzani dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (30/6/2022).
Baca Juga:Presiden Jokowi Harap Tak Ada Lagi Kota di Ukraina Rusak Akibat Perang
Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan perang Ukraina-Rusia memicu krisis pangan dan energi yang mengakibatkan harga-harga komoditas dunia ikut naik secara signifikan. Oleh karena itu, penting bagi Indonesia selaku Presidensi G20 menggunakan pengaruhnya untuk meredam perang Ukraina-Rusia.
"Keputusan Presiden Jokowi melaksanakan misi perdamaian merupakan langkah penting dan strategis untuk meredam perang yang berkepanjangan. Karena itu menjadi harapan bagi masyarakat dunia untuk kembali meringankan krisis pangan dan energi yang saat ini menjadi ancaman dan tantangan nyata bagi negara-negara dunia," ujar Muzani.
Baca Juga:Presiden Jokowi Akan Bawa Pesan Zelenskyy untuk Putin
Selain itu, Muzani juga berharap negara-negara G7 dan G20 ikut serta dalam upaya membuka kembali keran kerjasama ekonomi dengan Ukraina dan Rusia. Mengingat Ukraina menjadi negara pemasok gandum nomor satu dunia dan Rusia sebagai industri pupuk terbesar.