Rusia Mengaku Kehabisan Senjata untuk Perang di Ukraina
Ummu hani
Ahad, 03 Juli 2022 - 19:05 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) saat menjamu Presiden Jokowi di Istana Kremlin, Moskow, Rusia. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Presiden Rusia, Vladimir Putin membuat Rancangan Undang-Undang (RUU) federal yang memungkinkan negara itu memperbaiki senjata dan peralatan militer dengan cepat.
Langkah ini dilakukan usai Rusia mengaku kehabisan senjata saat melakukan invasi ke Ukraina.
Melansir dari Newsweek, Ahad (3/7/2022) Kremlin mengajukan RUU ke State Duma atau Parlemen Rusia tentang langkah-langkah ekonomi khusus untuk kontrateroris dan operasi lain di luar rusia.
"Kebutuhan untuk segera memenuhi kebutuhan itu, terutama dalam konteks pengenalan tindakan awal oleh negara asing dan organisasi internasional terhadap warga negara Rusia dan badan hukum Rusia,” tulis draf RUU Rusia, dikutip Ahad (3/7/2022).
Baca juga:Dihadapan Jokowi, Putin Beberkan Kondisi Terkini di Ukraina
Dalam lampiran RUU tersebut ada sebuah catatan yang mengatakan, peningkatan kebutuhan jangka pendek untuk perbaikan senjata dan peralatan militer, terutama di tengah perang Putin melawan Rusia.
RUU itu juga mengusulkan langkah-langkah pelaksanaan aset material dari cadangan negara, pengaktifan sementara kapasitas, fasilitas mobilisasi hingga kerja lembur di setiap organisasi.
Langkah ini dilakukan usai Rusia mengaku kehabisan senjata saat melakukan invasi ke Ukraina.
Melansir dari Newsweek, Ahad (3/7/2022) Kremlin mengajukan RUU ke State Duma atau Parlemen Rusia tentang langkah-langkah ekonomi khusus untuk kontrateroris dan operasi lain di luar rusia.
"Kebutuhan untuk segera memenuhi kebutuhan itu, terutama dalam konteks pengenalan tindakan awal oleh negara asing dan organisasi internasional terhadap warga negara Rusia dan badan hukum Rusia,” tulis draf RUU Rusia, dikutip Ahad (3/7/2022).
Baca juga:Dihadapan Jokowi, Putin Beberkan Kondisi Terkini di Ukraina
Dalam lampiran RUU tersebut ada sebuah catatan yang mengatakan, peningkatan kebutuhan jangka pendek untuk perbaikan senjata dan peralatan militer, terutama di tengah perang Putin melawan Rusia.
RUU itu juga mengusulkan langkah-langkah pelaksanaan aset material dari cadangan negara, pengaktifan sementara kapasitas, fasilitas mobilisasi hingga kerja lembur di setiap organisasi.