LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden Rusia, Vladimir Putin membuat Rancangan Undang-Undang (RUU) federal yang memungkinkan negara itu memperbaiki senjata dan peralatan militer dengan cepat.
Langkah ini dilakukan usai Rusia mengaku kehabisan senjata saat melakukan invasi ke Ukraina.
Melansir dari Newsweek, Ahad (3/7/2022) Kremlin mengajukan RUU ke State Duma atau Parlemen Rusia tentang langkah-langkah ekonomi khusus untuk kontrateroris dan operasi lain di luar rusia.
"Kebutuhan untuk segera memenuhi kebutuhan itu, terutama dalam konteks pengenalan tindakan awal oleh negara asing dan organisasi internasional terhadap warga negara Rusia dan badan hukum Rusia,” tulis draf RUU Rusia, dikutip Ahad (3/7/2022).
Baca juga: Dihadapan Jokowi, Putin Beberkan Kondisi Terkini di UkrainaDalam lampiran RUU tersebut ada sebuah catatan yang mengatakan, peningkatan kebutuhan jangka pendek untuk perbaikan senjata dan peralatan militer, terutama di tengah perang Putin melawan Rusia.
RUU itu juga mengusulkan langkah-langkah pelaksanaan aset material dari cadangan negara, pengaktifan sementara kapasitas, fasilitas mobilisasi hingga kerja lembur di setiap organisasi.
Teks RUU tersebut turut mencatat perlunya Rusia untuk memperbaiki senjata dan peralatan militer di tengah operasi militer khusus di wilayah Republik Rakyat Donetsk, Republik Rakyat Luhansk dan Ukraina.
Catatan dalam RUU itu juga mengungkapkan tindakan tersebut memerlukan upaya fokus di sektor ekonomi tertentu, memuat ulang kapasitas produksi organisasi kompleks industri militer, termasuk mobilisasi. Hal ini untuk mengatur dukungan sumber daya pengiriman kerangka tatanan pertahanan negara.
Baca juga: Jokowi: Putin Jamin Pasokan Pangan Dunia dari Rusia dan Ukraina AmanJika ditandatangani menjadi undang-undang, Kremlin akan mendapat wewenang untuk menetapkan peraturan khusus tentang hubungan kerja organisasi tertentu dan fasilitas produksi tertentu.
(sof)