LANGIT7.ID-, - Sebuah gunung berapi di bagian timur Rusia meletus untuk pertama kalinya, dalam kurun waktu lebih dari 500 tahun. Menurut para ahli, meletusnya gunung tersebut kemungkinan memiliki kaitan dengan gempa bumi dahsyat, pekan lalu.
Gunung Berapi Krasheninnikov di Kamchatka memuntahkan gumpalan abu setinggi enam kilometer (3,7 mil) Sabtu malam. Tidak ada ancaman terhadap wilayah berpenduduk, ungkap Kementerian Darurat Rusia, mengutip bbc.com.
Beberapa jam kemudian, gempa bumi dahsyat lainnya di Rusia memicu peringatan tsunami di tiga wilayah semenanjung.
Baca juga: Pesisir Indonesia Siaga Tsunami Usai Gempa Dahsyat Guncang Rusia TimurKedua peristiwa tersebut kemungkinan terkait dengan gempa bumi dahsyat berkekuatan 8,8 skala Richter yang melanda wilayah serupa pekan lalu, yang memicu peringatan tsunami hingga ke Polinesia Prancis dan Chili.
Para ahli Rusia telah memperingatkan kemungkinan gempa susulan yang kuat selama beberapa minggu setelah gempa bumi hari Rabu, yang merupakan salah satu gempa terkuat yang pernah tercatat dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.
Gempa berkekuatan 7,0 skala Richter pada hari Minggu menghantam Kepulauan Kuril dan dapat menyebabkan gelombang setinggi 18 cm (7 inci), lapor kementerian darurat Rusia.
Baca juga: Tsunami 4 Meter Hantam Rusia, Jepang-Hawaii Panik Evakuasi MassalKementerian tersebut menyatakan bahwa masyarakat di tiga wilayah Kamchatka tetap harus menjauh dari pantai, meskipun ketinggian gelombang rendah.
Letusan Krasheninnikov terakhir yang tercatat terjadi pada abad ke-15, menurut kepala Tim Tanggap Erupsi Gunung Berapi Kamchatka.
Olga Girina juga mengatakan bahwa gempa tersebut mungkin terkait dengan gempa berkekuatan 8,8 skala Richter sebelumnya, menurut kantor berita pemerintah Rusia, RIA.
Semenanjung Kamchatka memang terpencil, tetapi terletak di "Cincin Api Pasifik", disebut demikian karena tingginya jumlah gempa bumi dan gunung berapi yang terjadi di sini.
Baca juga: Rusia Jadi Negara Pertama yang Mengakui Pemerintahan Taliban di Afghanistan(lsi)