Menparekraf Dorong Pengembangan Wisata Religi yang Out of The Box
Fajar adhitya
Ahad, 03 Juli 2022 - 22:23 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno saat berkunjung ke Masjid Al Manshur, Jawa Tengah. (foto: Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke Masjid Al Manshur, Jawa Tengah. Masjid ini merupakan episentrum penyebaran Islam di Kabupaten Wonosobo.
Menparekraf diajak melihat bagian dalam bangunan masjid yang bergaya arsitektur khas Islam Jawa, dan telah berdiri sejak tahun 1847. Dia ditemani Gus Maulud, Abdul Kholik Arif salah seorang Budayawan dan Musyafar NU, serta anak-anak pondok pesantren.
Menparekraf juga berkesempatan untuk berziarah ke makam, Kiai Walik, salah satu ulama yang turut menyebarkan agama Islam di Wonosobo. Menurut cerita, Kyai Walik melakukan perjalanan ke wilayah Jawa Tengah dan bermukim di Wonosobo hingga akhir hayatnya.
Baca juga:Masjid Agung Sunda Kelapa: Jejak Penyebaran Islam Melalui Saudagar
Menurut Sandiaga, Masjid Al Manshur Wonosobo memiliki potensi wisata berbasis religi, sejarah, juga ziarah yang luar biasa dan harus dikembangkan. Kendati demikian, potensi pariwisata ini perlu dibarengi dengan inovasi dan kreativitas yang out of the box sehingga bisa menjadi daya tarik industri.
Sandiaga menjelaskan, pariwisata memiliki multiplier effect, etika wisatawan berkunjung ke suatu destinasi tentu ia akan mencari kuliner khas daerah hingga suvenir. Selain itu, ragam amenitas yang tersedia harus dijaga dengan baik.
“Penyebaran Islam di Pulau Jawa yang ternyata kilometer 0-nya ada di Wonosobo. Ini akan menjadi wisata ziarah yang dikunjungi, banyak masyarakat yang kalau berkunjung mereka pasti akan cari makan, maka UMKM kulinernya akan tumbuh, kemudian fesyen khas Wonosobo pun bisa ikut terangkat seperti peci khas, kaos, dan lain sebagainya,” kata Menparekraf, Sabtu (2/7/2022).
Menparekraf diajak melihat bagian dalam bangunan masjid yang bergaya arsitektur khas Islam Jawa, dan telah berdiri sejak tahun 1847. Dia ditemani Gus Maulud, Abdul Kholik Arif salah seorang Budayawan dan Musyafar NU, serta anak-anak pondok pesantren.
Menparekraf juga berkesempatan untuk berziarah ke makam, Kiai Walik, salah satu ulama yang turut menyebarkan agama Islam di Wonosobo. Menurut cerita, Kyai Walik melakukan perjalanan ke wilayah Jawa Tengah dan bermukim di Wonosobo hingga akhir hayatnya.
Baca juga:Masjid Agung Sunda Kelapa: Jejak Penyebaran Islam Melalui Saudagar
Menurut Sandiaga, Masjid Al Manshur Wonosobo memiliki potensi wisata berbasis religi, sejarah, juga ziarah yang luar biasa dan harus dikembangkan. Kendati demikian, potensi pariwisata ini perlu dibarengi dengan inovasi dan kreativitas yang out of the box sehingga bisa menjadi daya tarik industri.
Sandiaga menjelaskan, pariwisata memiliki multiplier effect, etika wisatawan berkunjung ke suatu destinasi tentu ia akan mencari kuliner khas daerah hingga suvenir. Selain itu, ragam amenitas yang tersedia harus dijaga dengan baik.
“Penyebaran Islam di Pulau Jawa yang ternyata kilometer 0-nya ada di Wonosobo. Ini akan menjadi wisata ziarah yang dikunjungi, banyak masyarakat yang kalau berkunjung mereka pasti akan cari makan, maka UMKM kulinernya akan tumbuh, kemudian fesyen khas Wonosobo pun bisa ikut terangkat seperti peci khas, kaos, dan lain sebagainya,” kata Menparekraf, Sabtu (2/7/2022).