Bolehkah Puasa Arafah Tak Bareng dengan Waktu Wukuf? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat
Muhajirin
Kamis, 07 Juli 2022 - 05:00 WIB
ilustrasi (langit7.id/istock)
Perbedaan waktu Idul Adha berdampak pada perbedaan waktu puasa Arafah. Hal itu masih menjadi perdebatan di Tengah masyarakat karena penetapan awal bulan Qamariyah Indonesia dan Arab Saudi berbeda satu hari. Hari Raya Idul Adha 1443 H pun akan berbeda antara Indonesia dan Arab Saudi.
Arab Saudi menetapkan 1 Dzulhijjah pada 30 Juni 2022. Sementara, pemerintah melalui Kemenag RI menetapkan 1 Dzulhijjah jatuh pada 1 Juli 2022. Lalu, bagaimana umat Islam menyikapi perbedaan ini?.
Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengutip hadits muslim Nomor 1162 dari Abu Qatadah Al Ansori, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).
Baca Juga: Haruskah Puasa Arafah Berdasarkan Waktu Saudi? Ini Penjelasan Ulama
UAH menjelaskan, hari Arafah jatuh pada 9 Dzulhijjah yakni pada saat jamaah haji wukuf di Arafah. Sementara, umat Islam yang tidak berhaji dianjurkan berpuasa.
Arab Saudi menetapkan 1 Dzulhijjah pada 30 Juni 2022. Sementara, pemerintah melalui Kemenag RI menetapkan 1 Dzulhijjah jatuh pada 1 Juli 2022. Lalu, bagaimana umat Islam menyikapi perbedaan ini?.
Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengutip hadits muslim Nomor 1162 dari Abu Qatadah Al Ansori, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).
Baca Juga: Haruskah Puasa Arafah Berdasarkan Waktu Saudi? Ini Penjelasan Ulama
UAH menjelaskan, hari Arafah jatuh pada 9 Dzulhijjah yakni pada saat jamaah haji wukuf di Arafah. Sementara, umat Islam yang tidak berhaji dianjurkan berpuasa.