Hikmah Rahmani: Merawat Kejujuran
Redaksi
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 12:39 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/ iStock
Nilai Kejujuran atau Amanah adalah salah satu dari lima nilai moral Islam. Lantas apakah hakikat kejujuran? Hakikat jujur adalah selarasnya kabar dengan realita, baik berupa perkataan atau perbuatan.
Oleh: A Rahman Habsyi (Sahabat Iman)
Seorang muslim memandang kejujuran bukan sekadar akhlak yang utama saja yang wajib dilakukan, namun juga sebagai penyempurna imannya dan penyempurna Islamnya. Sebab begitulah persyaratan dari Allah SWT dan Rasul-Nya.
"Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kepada Allah,dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah 119).
Jujur adalah predikat bangsa besar. Berangkat dari sifat jujur inilah terbangun semua kedudukan agung dan jalan lurus bagi para pelakunya. Barangsiapa yang tidak menempuh jalan ini, niscaya ia akan gagal dan binasa. Dengan sifat jujur inilah akan terbedakan antara orang-orang munafik dengan orang-orang beriman dan akan terbedakan antara penempuh jalan kebenaran dengan para perintis jalan keburukan dan kedurhakaan.
Kejujuran hendaknya tidak menjadi barang langka. Itulah dambaan setiap muslim yang fitrahnya lurus. Jika kejujuran mewarnai kehidupan setiap muslim, niscaya kebaikan akan menerangi dunia.
Pribadi yang jujur merupakan ruh kehidupan yang teramat fundamental, karena setiap penyimpangan dari prinsip kejujuran pada hakikatnya akan berbenturan dengan suara hati nurani.
Oleh: A Rahman Habsyi (Sahabat Iman)
Seorang muslim memandang kejujuran bukan sekadar akhlak yang utama saja yang wajib dilakukan, namun juga sebagai penyempurna imannya dan penyempurna Islamnya. Sebab begitulah persyaratan dari Allah SWT dan Rasul-Nya.
"Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kepada Allah,dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah 119).
Jujur adalah predikat bangsa besar. Berangkat dari sifat jujur inilah terbangun semua kedudukan agung dan jalan lurus bagi para pelakunya. Barangsiapa yang tidak menempuh jalan ini, niscaya ia akan gagal dan binasa. Dengan sifat jujur inilah akan terbedakan antara orang-orang munafik dengan orang-orang beriman dan akan terbedakan antara penempuh jalan kebenaran dengan para perintis jalan keburukan dan kedurhakaan.
Kejujuran hendaknya tidak menjadi barang langka. Itulah dambaan setiap muslim yang fitrahnya lurus. Jika kejujuran mewarnai kehidupan setiap muslim, niscaya kebaikan akan menerangi dunia.
Pribadi yang jujur merupakan ruh kehidupan yang teramat fundamental, karena setiap penyimpangan dari prinsip kejujuran pada hakikatnya akan berbenturan dengan suara hati nurani.