Waspada Kebiasaan Sehari-hari Pemicu Tulang Keropos
Ajeng ritzki
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 13:18 WIB
Kurang gerak dan banyak mengonsumsi makanan bergaram bisa mempercepat pengeroposan tulang dan sendi. Foto: Langit7.id/Istock
Tulang keropos dan gangguan persendian kerap dianggap gejala normal pada penuaan. Padahal, banyak orang tua di sekitar kita dengan kondisi fisik masih prima dan aktif bergerak tanpa masalah tulang yang serius
Itu artinya faktor usia bukan pemicu utama terjadinya masalah pada sendi dan tulang. Ada banyak penentu lain yang ikut menyebabkan, salah satunya adalah gaya hidup.
Kebiasaan sehari-hari juga berpengaruh pada kesehatan tulang dan sendi membuat jadi lebih rapuh. Berikut ini adalah lima kebiasaan yang patut dihindari demi kesehatan tulang, seperti dikutip dari Times of India, Sabtu (7/8).
Merokok
Kebiasaan ini biasa dilakukan kaum adam. Sering menghisap tembakau menghasilkan atom radikal bebas di jaringan-jaringan tubuh. Radikal bebas tak hanya buruk bagi paru-paru dan organ dalam lain, tetapi juga tulang. Jangan heran bila perokok cenderung memiliki tingkat kepadatan tulang yang lebih rendah.
Radikal bebas diketahui dapat mematikan sel-sel yang membangun tulang. Selain itu, merokok juga turut meningkatkan produksi hormon stres kortisol dan menurunkan produksi hormon kalsitonin.
Perlu diketahui, kortisol merupakan hormon yang dapat menurunkan "stok" tulang di dalam tubuh. Sebaliknya, kalsitonin merupakan hormon yang berperan menjaga "stok" tersebut.
Itu artinya faktor usia bukan pemicu utama terjadinya masalah pada sendi dan tulang. Ada banyak penentu lain yang ikut menyebabkan, salah satunya adalah gaya hidup.
Kebiasaan sehari-hari juga berpengaruh pada kesehatan tulang dan sendi membuat jadi lebih rapuh. Berikut ini adalah lima kebiasaan yang patut dihindari demi kesehatan tulang, seperti dikutip dari Times of India, Sabtu (7/8).
Merokok
Kebiasaan ini biasa dilakukan kaum adam. Sering menghisap tembakau menghasilkan atom radikal bebas di jaringan-jaringan tubuh. Radikal bebas tak hanya buruk bagi paru-paru dan organ dalam lain, tetapi juga tulang. Jangan heran bila perokok cenderung memiliki tingkat kepadatan tulang yang lebih rendah.
Radikal bebas diketahui dapat mematikan sel-sel yang membangun tulang. Selain itu, merokok juga turut meningkatkan produksi hormon stres kortisol dan menurunkan produksi hormon kalsitonin.
Perlu diketahui, kortisol merupakan hormon yang dapat menurunkan "stok" tulang di dalam tubuh. Sebaliknya, kalsitonin merupakan hormon yang berperan menjaga "stok" tersebut.