Refleksi Idul Adha, Muhammadiyah Ajak Umat Bangun Kesalehan Kolektif
Muhajirin
Sabtu, 09 Juli 2022 - 19:50 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir (foto: muhammadiyah.or.id)
Ketua PPMuhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, menilai inti ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha adalah menebar kesalehan kolektif. Bangsa Indonesia memerlukan energi kolektif untuk menebar segala jenis kebaikan tentang persatuan dan perdamaian.
“Kita bisa hidup membangun kebersamaan, keberagaman, saling menghormati, bertoleransi dalam kehidupan beragama maupun berabngsa. Tidak kalah pentingnya nilai kebangsaan yang membawa pada kemajuan hidup bersama,” kata Haedar dalam khutbah Refleksi Idul Adha 1443 H, Sabtu (9/7/2022).
Dia menilai, Indonesia membutuhkan energi kolektif kemajuan semua anak bangsa. Ini sangat diperlukan untuk sebuah negara yang tengah bertumbuh dan berkembang.
Baca Juga: Muhammadiyah Gelar Salat Idul Adha di 431 Titik se-DIY
Dia mengatakan, seluruh ibadah dalam islam melahirkan jiwa yang selalu dekat dengan Allah. Dengan taqarrub kepada Allah, maka umat Islam akan menjalankan kebaikan di dunia seperti jujur baik dan jujur, sehingga tidak punya ruang untuk melakukan penyimpangan harta.
Orang yang selalu dekat dengan Allah akan memancarkan kesalehan dalam hidup. Kesalehan itu juga harus berbagi dengan yang lain, sehingga keshalihan itu menjadi milik bersama dalam membangun keadaban publik.
“Kita bisa hidup membangun kebersamaan, keberagaman, saling menghormati, bertoleransi dalam kehidupan beragama maupun berabngsa. Tidak kalah pentingnya nilai kebangsaan yang membawa pada kemajuan hidup bersama,” kata Haedar dalam khutbah Refleksi Idul Adha 1443 H, Sabtu (9/7/2022).
Dia menilai, Indonesia membutuhkan energi kolektif kemajuan semua anak bangsa. Ini sangat diperlukan untuk sebuah negara yang tengah bertumbuh dan berkembang.
Baca Juga: Muhammadiyah Gelar Salat Idul Adha di 431 Titik se-DIY
Dia mengatakan, seluruh ibadah dalam islam melahirkan jiwa yang selalu dekat dengan Allah. Dengan taqarrub kepada Allah, maka umat Islam akan menjalankan kebaikan di dunia seperti jujur baik dan jujur, sehingga tidak punya ruang untuk melakukan penyimpangan harta.
Orang yang selalu dekat dengan Allah akan memancarkan kesalehan dalam hidup. Kesalehan itu juga harus berbagi dengan yang lain, sehingga keshalihan itu menjadi milik bersama dalam membangun keadaban publik.