Indonesia Sumbang 50 Juta Dolar AS Dana Siaga Pandemi G20
Fajar adhitya
Ahad, 10 Juli 2022 - 22:46 WIB
Ilustrasi Presidensi G20 Indonesia 2022. (Foto: Langit7.id/iStock)
Presidensi G20 Indonesia berhasil mendorong terbentuknya dana perantara keuangan atau Financial Intermediary Fund (FIF). Dana siaga pandemi ini ditargetkan mulai beroperasi September 2022.
Indonesia akan menyumbang sekitar 50 juta dolar AS. Hingga saat ini, komitmen yang disampaikan sejumlah negara dalam forum G20, mencapai 1,1 miliar dolar AS.
"Sudah establish, tinggal membereskan operasionalisasinya dari tahap code of conduct sampai dengan governance," kata Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Tata Kelola Pemerintahan, Ronaldus Mujur, saat memberikan keterangan pers, Ahad (10/7/2022).
Baca juga: Delegasi AS dan Rusia Hadir Secara Fisik pada TIIWG Kedua di Solo
Negara yang hingga saat ini sudah berkontribusi antara lain Amerika Serikat (AS), Jerman, Indonesia, Singapura, European Union (EU), dan Inggris. Sedangkan, ada lembaga lain yang masuk Wellcom Trust dan Bill & Melinda Gates Foundation.
"Ada 10 negara yang sedang masuk berkontribusi dalam dana perantara keuangan, termasuk Uni Emirate Arab (EUA)," jelas Ronaldus.
Ada dua organisasi internasional yang nanti bertindak sebagai entitas pelaksana dana jumbo dari negara-negara G20 yakni Bank Dunia (World Bank) dan organisasi kesehatan dunia (WHO). Kemudian, ada juga Global Fund, GAVI, dan CEPI.
Indonesia akan menyumbang sekitar 50 juta dolar AS. Hingga saat ini, komitmen yang disampaikan sejumlah negara dalam forum G20, mencapai 1,1 miliar dolar AS.
"Sudah establish, tinggal membereskan operasionalisasinya dari tahap code of conduct sampai dengan governance," kata Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Tata Kelola Pemerintahan, Ronaldus Mujur, saat memberikan keterangan pers, Ahad (10/7/2022).
Baca juga: Delegasi AS dan Rusia Hadir Secara Fisik pada TIIWG Kedua di Solo
Negara yang hingga saat ini sudah berkontribusi antara lain Amerika Serikat (AS), Jerman, Indonesia, Singapura, European Union (EU), dan Inggris. Sedangkan, ada lembaga lain yang masuk Wellcom Trust dan Bill & Melinda Gates Foundation.
"Ada 10 negara yang sedang masuk berkontribusi dalam dana perantara keuangan, termasuk Uni Emirate Arab (EUA)," jelas Ronaldus.
Ada dua organisasi internasional yang nanti bertindak sebagai entitas pelaksana dana jumbo dari negara-negara G20 yakni Bank Dunia (World Bank) dan organisasi kesehatan dunia (WHO). Kemudian, ada juga Global Fund, GAVI, dan CEPI.