Kemenag Minta Keluarga Jemput Jemaah Haji Terapkan Prokes Ketat
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 12 Juli 2022 - 06:48 WIB
Kemenag Minta Keluarga Jemput Jemaah Haji Terapkan Prokes Ketat, Foto: Istimewa
Plh. Dir. Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama RI, Susari meminta keluarga atau kerabat penjemputan jemaah haji penuhi protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Susari menyebut ada dua titik potensi penyebaran Covid-19 menyusul rencana jadwal kepulangan kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji mulai 15 Juli 2022.
Menurut Susari, potensi pertama pada saat penjemputan jemaah haji oleh keluarga atau kerabat.
Baca juga: Pangeran Khaled Al-Faisal: Perjalanan Jemaah Haji dari Arafah ke Muzdalifah Lancar
"Pertama, saat penjemputan jemaah haji oleh keluarga atau kerabat. Sudah menjadi tradisi bahwa yang menjemput seorang jemaah haji tidak hanya satu orang, bisa dua, tiga, empat, bahkan lebih. Andai kata satu orang dijemput oleh 2-3 mobil, satu mobil berisi 4-5 orang, bisa dilihat berapa orang yang akan berkerumun disitu," jelas Susari, di Jakarta, Senin (11/7/2022).
Potensi selanjutnya adalah tradisi kunjungan kerabat dan saudara jemaah haji untuk berinteraksi.
"Kedua, nanti waktu pulang, juga sudah menjadi tradisi kerabat dan saudara jemaah haji akan berdatangan dan berinteraksi. Ini harus kita lakukan sosialisasi dan edukasi kepada mereka supaya tetap mematuhi protokol kesehatan," lanjutnya.
Susari menyebut ada dua titik potensi penyebaran Covid-19 menyusul rencana jadwal kepulangan kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji mulai 15 Juli 2022.
Menurut Susari, potensi pertama pada saat penjemputan jemaah haji oleh keluarga atau kerabat.
Baca juga: Pangeran Khaled Al-Faisal: Perjalanan Jemaah Haji dari Arafah ke Muzdalifah Lancar
"Pertama, saat penjemputan jemaah haji oleh keluarga atau kerabat. Sudah menjadi tradisi bahwa yang menjemput seorang jemaah haji tidak hanya satu orang, bisa dua, tiga, empat, bahkan lebih. Andai kata satu orang dijemput oleh 2-3 mobil, satu mobil berisi 4-5 orang, bisa dilihat berapa orang yang akan berkerumun disitu," jelas Susari, di Jakarta, Senin (11/7/2022).
Potensi selanjutnya adalah tradisi kunjungan kerabat dan saudara jemaah haji untuk berinteraksi.
"Kedua, nanti waktu pulang, juga sudah menjadi tradisi kerabat dan saudara jemaah haji akan berdatangan dan berinteraksi. Ini harus kita lakukan sosialisasi dan edukasi kepada mereka supaya tetap mematuhi protokol kesehatan," lanjutnya.