Masjid Jakarta Islamic Centre Rombak Sejarah Masa Kelam
Andi Muhammad
Selasa, 12 Juli 2022 - 07:00 WIB
Masjid Jakarta Islamic Centre. Foto: Andi Muhammad.
Masjid Jakarta Islamic Centre (JIC) yang berlokasi di Jalan Kramat Jaya Raya Nomor 1, Kecamatan Koja, Jakarta Utara diresmikan pada 4 Maret 2003 oleh mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso.
Manajemen Masjid JIC secara resmi dibentuk pada tahun 2005 yang dipimpin langsung oleh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djailani periode 1997-2002. Berbagai bidang manajemen Masjid JIC di antaranya Bidang Takmir, Sosial Budaya, Ekonomi Syariah, dan Informasi-Komunikasi.
Salah satu anggota manajemen Divisi Sosial Budaya dan Ekonomi Dr H Marhadi Muhayat mengungkapkan, sebelum menjadi salah satu sarana ibadah terbesar umat muslim Indonesia, dulunya merupakan tempat lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara.
Baca Juga:Cara Canggih Masjid Jogokariyan Sembelih 51 Sapi dan 37 Kambing dalam 4 Jam
"Dulu itu bahkan jumlahnya dua ribu PSK (pekerja seks komersial), itu terbesar se-Asia Tenggara dari tahun 1970 sampai tahun 1999 dan mucikarinya ada 258," tuturnya saat ditemui Langit7, Senin (11/7/2022).
Masjid JIC difasilitasi keseluruhan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta.Jakarta Islamic Centre tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tapi juga digunakan sebagai tempat pendidikan dan perekonomian.
"Di masjid ini mempunyai program unggulan di antaranya pemberdayaan sosial kemasyarakatan, kita mendidik masyarakat sekitar bagaimana membuat roti, mie seperti mie goreng yang berbahan dasar terigu, dan gandum," kata Marhadi.
Manajemen Masjid JIC secara resmi dibentuk pada tahun 2005 yang dipimpin langsung oleh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djailani periode 1997-2002. Berbagai bidang manajemen Masjid JIC di antaranya Bidang Takmir, Sosial Budaya, Ekonomi Syariah, dan Informasi-Komunikasi.
Salah satu anggota manajemen Divisi Sosial Budaya dan Ekonomi Dr H Marhadi Muhayat mengungkapkan, sebelum menjadi salah satu sarana ibadah terbesar umat muslim Indonesia, dulunya merupakan tempat lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara.
Baca Juga:Cara Canggih Masjid Jogokariyan Sembelih 51 Sapi dan 37 Kambing dalam 4 Jam
"Dulu itu bahkan jumlahnya dua ribu PSK (pekerja seks komersial), itu terbesar se-Asia Tenggara dari tahun 1970 sampai tahun 1999 dan mucikarinya ada 258," tuturnya saat ditemui Langit7, Senin (11/7/2022).
Masjid JIC difasilitasi keseluruhan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta.Jakarta Islamic Centre tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tapi juga digunakan sebagai tempat pendidikan dan perekonomian.
"Di masjid ini mempunyai program unggulan di antaranya pemberdayaan sosial kemasyarakatan, kita mendidik masyarakat sekitar bagaimana membuat roti, mie seperti mie goreng yang berbahan dasar terigu, dan gandum," kata Marhadi.