LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Jakarta Islamic Centre (JIC) yang berlokasi di Jalan Kramat Jaya Raya Nomor 1, Kecamatan Koja, Jakarta Utara diresmikan pada 4 Maret 2003 oleh mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso.
Manajemen Masjid JIC secara resmi dibentuk pada tahun 2005 yang dipimpin langsung oleh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djailani periode 1997-2002. Berbagai bidang manajemen Masjid JIC di antaranya Bidang Takmir, Sosial Budaya, Ekonomi Syariah, dan Informasi-Komunikasi.
Salah satu anggota manajemen Divisi Sosial Budaya dan Ekonomi Dr H Marhadi Muhayat mengungkapkan, sebelum menjadi salah satu sarana ibadah terbesar umat muslim Indonesia, dulunya merupakan tempat lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara.
Baca Juga: Cara Canggih Masjid Jogokariyan Sembelih 51 Sapi dan 37 Kambing dalam 4 Jam"Dulu itu bahkan jumlahnya dua ribu PSK (pekerja seks komersial), itu terbesar se-Asia Tenggara dari tahun 1970 sampai tahun 1999 dan mucikarinya ada 258," tuturnya saat ditemui
Langit7, Senin (11/7/2022).
Masjid JIC difasilitasi keseluruhan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Jakarta Islamic Centre tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tapi juga digunakan sebagai tempat pendidikan dan perekonomian.
"Di masjid ini mempunyai program unggulan di antaranya pemberdayaan sosial kemasyarakatan, kita mendidik masyarakat sekitar bagaimana membuat roti, mie seperti mie goreng yang berbahan dasar terigu, dan gandum," kata Marhadi.
Masjid JIC juga sudah mempunyai produk buatan sendiri, yaitu produksi roti Masjid Jakarta Islamic Centre. Meski belum mencapai langkah distribusi keluar, tetapi pembuatan produk roti tersebut diperuntukan saat ada acara-acara besar yang berlangsung di lokasi masjid guna meminimalisir anggaran pengeluaran.
Baca Juga: Masjid JIC Distribusi 5.000 Kantong Daging Kurban"Jadi untuk roti ini untuk konsumsi sendiri dan ada logonya, roti JIC namanya. Karena kalau kita adakan acara ketimbang beli di luar beli utuh roti biayanya lebih besar," kata Marhadi sembari tertawa.
Selain sebagai sebuah masjid yang juga menjadi pusat kajian agama Islam, Jakarta Islamic Centre juga mulai dilengkapi dengan sarana pendidikan, bisnis hingga wisma.
Pembangunan wisma dimulai pada tahun 2007, dengan rencana luas lahan wisma 21.452 meter persegi. Wisma tersebut akan dibagi tiga gedung, yaitu gedung bisnis center dengan luas 5.653 meter persegi, convention hall atau balai pertemuan 4.582 meter persegi, dan hotel 11.217 meter persegi.
Arsitektur yang indah bernuansa Turki Utsmaniyah berpadu budaya Betawi sangat terasa di masjid ini. Ornamen bintang segi delapan terukir pada setiap sisi tembok ketiga bangunan di area masjid.
Bangunan megah berdaya tampung besar ini diharapkan bisa menjadi benteng iman, terutama bagi masyarakat di sekitarnya, yang mungkin tidak akan pernah lupa dengan sejarah kawasan ini.
Baca Juga: Resep Nasi Kebuli Kambing yang Aman Bagi Penderita Hipertensi(zhd)