Sumsel Minta Pasokan 150.000 Vaksin Covid-19
Rio adi pratama
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 19:40 WIB
Masyarakat di Kota Palembang saat melakukan vaksinasi Covid-19. Foto: Humas Pemprov Sumsel (foto: LANGIT7.ID/ rio adi)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tengah melobi Pemerintah Pusat untuk menambah kuota vaksin di Bumi Sriwijaya. Upaya tersebut dilakukan lantaran animo masyarakat di provinsi tersebut untuk melakukan vaksinasi Covid-19 sangat tinggi.
“Kita sudah minta secara bersurat untuk vaksin di Sumsel sebanyak 150.000 vial. Dengan begitu target vaksinasi bisa selesai pada akhir 2021 ini,” ujar Gubernur Sumsel, Herman Deru, Sabtu (7/8).
Menurut dia, saat ini jatah vaksin untuk Sumsel yang diberikan Pemerintah Pusat sebanyak 36.000 vial atau mencapai 360 ribu dosis per bulannya.
“Antusias masyarakat untuk vaksin sudah berbalik. Artinya, masyarakat yang tadinya tak mau vaksin, sekarang ini mau divaksin. Permasalahannya, jumlah vaksin yang kita terima tak mencukupi untuk kebutuhan vaksinasi masyarakat tersebut,” kata Deru.
Padahal, kata dia, vaksinator dan tenaga lapangan sampai fasilitas kesehatan atau faskes di desa-desa telah dipersiapkan dengan matang untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat.
“Kalau distribusi vaksin tersebut 36.000 vial per bulan, jadi target vaksinasi yang dilakukan untuk seluruh masyarakat butuh waktu dua tahun lebih. Bahkan, untuk distribusi vaksin pada pekan ke empat, saat ini belum kita terima,” ucap dia.
Karena itu, dirinya pun berharap Pemerintah Pusat melakukan pendistribusian vaksin secara proporsional.
“Kita sudah minta secara bersurat untuk vaksin di Sumsel sebanyak 150.000 vial. Dengan begitu target vaksinasi bisa selesai pada akhir 2021 ini,” ujar Gubernur Sumsel, Herman Deru, Sabtu (7/8).
Menurut dia, saat ini jatah vaksin untuk Sumsel yang diberikan Pemerintah Pusat sebanyak 36.000 vial atau mencapai 360 ribu dosis per bulannya.
“Antusias masyarakat untuk vaksin sudah berbalik. Artinya, masyarakat yang tadinya tak mau vaksin, sekarang ini mau divaksin. Permasalahannya, jumlah vaksin yang kita terima tak mencukupi untuk kebutuhan vaksinasi masyarakat tersebut,” kata Deru.
Padahal, kata dia, vaksinator dan tenaga lapangan sampai fasilitas kesehatan atau faskes di desa-desa telah dipersiapkan dengan matang untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat.
“Kalau distribusi vaksin tersebut 36.000 vial per bulan, jadi target vaksinasi yang dilakukan untuk seluruh masyarakat butuh waktu dua tahun lebih. Bahkan, untuk distribusi vaksin pada pekan ke empat, saat ini belum kita terima,” ucap dia.
Karena itu, dirinya pun berharap Pemerintah Pusat melakukan pendistribusian vaksin secara proporsional.