Mengenal Fenomena Aphelion dan Hoaks Cuaca Bakal Lebih Dingin
Mahmuda attar hussein
Kamis, 14 Juli 2022 - 14:00 WIB
Mengenal Fenomena Aphelion dan Hoaks Cuaca Bakal Lebih Dingin. (Foto: Pixabay).
Fenomena Aphelion merupakan jarak saat bumi berada pada jarak paling jauh dari matahari. Kondisi ini menimbulkan hoaks cuaca yang lebih dingin dari biasanya.
Dalam pesan berantai yang beredar setiap bulan Juli, Fenomena Aphelion terjadi sampai Agustus. Jarak bumi ke matahari berkisar 152.000.000 km atau 66 persen lebih jauh.
Dampak fenomena Aphelion akan menyebabkan musim sakit. Sebab cuaca di bumi akan lebih dingin dari biasanya. Kondisi ini tentu menimbulkan sejumlah penyakit seperti flu.
Melansir laman resmiLAPAN pada Kamis (14/7/2022), kabar tersebut dipastikan hoaks. Sebab fenomena Aphelion terjadi setiap tahunnya pada bulan Juli bukan hanya di tahun-tahun tertentu.
Baca Juga: Fenomena Embun Upas, Suhu Dieng Tembus Minus 1 Derajat Celsius
Fenomena Aphelion berasal dari bahasa Yunani, yaitu 'apo' yang artinya jauh dan 'helion' yang merupakan dewa Matahari dalam peradaban Yunani Kuno.
Kondisi bumi menjauhi Matahari ini dikarenakan orbit Bumi tak sepenuhnya membentuk lingkaran sempurna, melainkan berbentuk elips dengan kelonjongan sekitar 1/60.
Dalam pesan berantai yang beredar setiap bulan Juli, Fenomena Aphelion terjadi sampai Agustus. Jarak bumi ke matahari berkisar 152.000.000 km atau 66 persen lebih jauh.
Dampak fenomena Aphelion akan menyebabkan musim sakit. Sebab cuaca di bumi akan lebih dingin dari biasanya. Kondisi ini tentu menimbulkan sejumlah penyakit seperti flu.
Melansir laman resmiLAPAN pada Kamis (14/7/2022), kabar tersebut dipastikan hoaks. Sebab fenomena Aphelion terjadi setiap tahunnya pada bulan Juli bukan hanya di tahun-tahun tertentu.
Baca Juga: Fenomena Embun Upas, Suhu Dieng Tembus Minus 1 Derajat Celsius
Fenomena Aphelion berasal dari bahasa Yunani, yaitu 'apo' yang artinya jauh dan 'helion' yang merupakan dewa Matahari dalam peradaban Yunani Kuno.
Kondisi bumi menjauhi Matahari ini dikarenakan orbit Bumi tak sepenuhnya membentuk lingkaran sempurna, melainkan berbentuk elips dengan kelonjongan sekitar 1/60.