home global news

Sejumlah Negara Asia dan Afrika Berisiko Peningkatan Utang Luar Negeri

Kamis, 14 Juli 2022 - 17:32 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Sejumlah negara berpendapatan rendah dan menengah tercatat memiliki peningkatan risiko utang luar negeri yang signifikan. Negara-negara dengan peningkatan risiko utang banyak tersebar di Afrika dan Asia.

Indikasi peningkatan risiko utang luar negeri ditunjukkan dengan peningkatan angka indikator utang, seperti external debt stocks to exports, external debt stocks to GNI (gross national income), dan debt service to exports.

Baca juga: 4 Negara Ini Pernah Bangkrut karena Gagal Bayar Utang

Dilansir laporan Indef (Institute for Development of Economics and Finance) dalam seminar “Mendorong Keadilan Ekonomi dan Utang Melalui G20” diBali, Kamis (14/2022), pada 2020 external debt stocks to exports adalah sebesar 123 persen. Presentase tersebut meningkat tajam dari 106 persen di 2019.

Indikator external debt stocks to GNI meningkat dari 27 persen di 2019 ke 29 persen di negara low and middle income. Sementara itu, debt service to exports meningkat dari 16 persen di 2019 ke 17 persen di 2020.

“Peningkatan utang di 2020 dibarengi dengan penurunan nilai nominal GNI, sehingga meningkatkan risiko utang di negara-negara low and middle income,” tulis Indef.

Menurut data World Bank, negara-negara low and middle income dengan rasio debt to GNI lebih dari 100 persen di 2020. Mereka di antaranya adalah Mongolia, Panama, Lebanon, Montenegro, Zambia, Mauritius, Mozambique, Jamaica, Georgia, Bhutan, Cabo Verde, Kyrgyz Republic, Angola,Tunisia,Kazakhstan, dan Armenia.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
utang afrika luar negeri asia
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya