Tausiah Ahad Pagi: Sucikan Jiwa dengan Tazkiyatun Nafs
Redaksi
Ahad, 17 Juli 2022 - 06:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Orang-orang yang jiwanya kotor, maka memandang sesuatu yang baik menjadi buruk. Celakanya ada intervensi syaitan di situ. Syaitan secara khusus, ada yang bekerja mengambil strategi yang paling strategis yaitu merusak jiwa, sebagai pusat sistem manusia yang bernama kalbu. Kalbunya dirusak.
Oleh: KH Bachtiar Nasir
Dalam surat Asy-Syam ayat 9 Allah menyebutkan:
قَدۡ اَفۡلَحَ مَنۡ زَكّٰٮهَا
"Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)."
Kata "Qad" pada ayat 9 surat Asy Syam yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti "sungguh telah". Ada penegasan di situ. Sangat beruntung, siapa atau orang yang menyucikan jiwanya. Kata "hā" ini, dhamir yang ada di ayat 7 surat Asy Syam. Pada ayat 9 dikatakan, sungguh sangat telah beruntung orang yang telah mensucikan jiwa itu. Kalau ayat 10, dan sungguh telah merugilah orang yang mengotori jiwa itu.
Jadi kalau kita berbicara jiwa, di dalam terminologi Islam yaitu jasad dan ruh. Walaupun tekanan pada ayat ini terkait penyucian jiwa.
Oleh: KH Bachtiar Nasir
Dalam surat Asy-Syam ayat 9 Allah menyebutkan:
قَدۡ اَفۡلَحَ مَنۡ زَكّٰٮهَا
"Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)."
Kata "Qad" pada ayat 9 surat Asy Syam yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti "sungguh telah". Ada penegasan di situ. Sangat beruntung, siapa atau orang yang menyucikan jiwanya. Kata "hā" ini, dhamir yang ada di ayat 7 surat Asy Syam. Pada ayat 9 dikatakan, sungguh sangat telah beruntung orang yang telah mensucikan jiwa itu. Kalau ayat 10, dan sungguh telah merugilah orang yang mengotori jiwa itu.
Jadi kalau kita berbicara jiwa, di dalam terminologi Islam yaitu jasad dan ruh. Walaupun tekanan pada ayat ini terkait penyucian jiwa.