Penjual Starling Raup Untung Dua Kali Lipat dari Fenomena Anak SCBD
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 18 Juli 2022 - 13:08 WIB
Abdi, penjual Starling di kawasan Sudirman yang meraup untuk dari fenomena Anak SCBD dan Citayam Fashion Week. Foto: Langit7/Fifiyanti Abdurahman.
Sebulan belakangan, masyarakat Jakarta dan sekitarnya mengenal istilah baru dari SCBD. Jika semula publik mengenal SCBD sebagai Sudirman Central Business District, kini akronim tersebut berubah menjadi Sudirman Citayam Bojong Gede Depok (SCBD).
Istilah ini dikaitkan dengan fenomena Citayam Fashion Week yang memajang remaja berpakaian nyentrik bergaya di area Stasiun Sudirman hingga Halte MRT BNI City. Kemunculan abege dari pinggiran Jakarta ini pun memantik respons positif sekaligus negatif.
Baca juga: Peneliti TII: Ada Sisi Positif Negatif dari Fenomena Anak SCBD
Sebut saja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang melihat fenomena ini sebagai keberhasilan pembangunan ruang ketiga. Di mana ruang ini berfungsi menyetarakan pengunjung dari berbagai kelas. Anies juga mempersilakan remaja Citayam Fashion Week untuk mengekspresikan diri selama tetap menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan.
Begitu pun dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi KreatifSandiaga Salahudin Uno, yang memberi tanggapan positif. Menurut Sandiaga, keberadaan remaja yang menamakan diri Anak SCBD ini memberi peluang ekonomi dan memajukan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM).
Penjual kopi keliling atau lebih dikenal dengan Starling (Starbak Keliling) pun ikut kecipratan rejeki dari fenomena ini. Salah satu pedagang starling yang mengalami berkah tersebut, yakni pria asal Madura, Abdi.
Abdi mengaku omsetnya meningkat sejak adanya kumpulan remaja SCBD. Meskipun, hanya setiap Sabtu dan Minggu tapi tetap saja ia cukup mendapatkan keuntungan.
Istilah ini dikaitkan dengan fenomena Citayam Fashion Week yang memajang remaja berpakaian nyentrik bergaya di area Stasiun Sudirman hingga Halte MRT BNI City. Kemunculan abege dari pinggiran Jakarta ini pun memantik respons positif sekaligus negatif.
Baca juga: Peneliti TII: Ada Sisi Positif Negatif dari Fenomena Anak SCBD
Sebut saja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang melihat fenomena ini sebagai keberhasilan pembangunan ruang ketiga. Di mana ruang ini berfungsi menyetarakan pengunjung dari berbagai kelas. Anies juga mempersilakan remaja Citayam Fashion Week untuk mengekspresikan diri selama tetap menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan.
Begitu pun dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi KreatifSandiaga Salahudin Uno, yang memberi tanggapan positif. Menurut Sandiaga, keberadaan remaja yang menamakan diri Anak SCBD ini memberi peluang ekonomi dan memajukan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM).
Penjual kopi keliling atau lebih dikenal dengan Starling (Starbak Keliling) pun ikut kecipratan rejeki dari fenomena ini. Salah satu pedagang starling yang mengalami berkah tersebut, yakni pria asal Madura, Abdi.
Abdi mengaku omsetnya meningkat sejak adanya kumpulan remaja SCBD. Meskipun, hanya setiap Sabtu dan Minggu tapi tetap saja ia cukup mendapatkan keuntungan.