LANGIT7.ID - , Jakarta - Fenomena
anak SCBD (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok) atau
Citayam Fashion Week membawa sejumlah dampak. Dilihat dari sisi positif, kumpulan remaja pinggiran Jakarta ini membawa dampak positif bagi ekonomi.
Di samping itu, fenomena ini membuktikan bawah usaha pemerintah menyediakan ruang terbuka sudah terpenuhi.
Baca juga: Fenomena Anak SCBD, Pengamat Ekonomi: Bawa Dampak PositifPeneliti Bidang Ekonomi The Indonesian Institute (TII) Nuri Resti Chayyani mengamini hal tersebut. Menurut Nuri, fenomena anak SCBD membuktikan bahwa pemerintah berhasil memberikan ruang terbuka untuk masyarakat.
"Adanya
Citayam Fashion Week yang didominasi masyarakat luar Jakarta, berarti pemerintah berhasil memberikan
ruang terbuka untuk masyarakat. Meskipun bukan masyarakat asli, tetapi dapat memberikan kenyamanan untuk mereka mengekspresikan dirinya sendiri," ucap Nuri kepada Langit7, Selasa (12/7/2022).
Menurut dia, negara memberikan fasilitas publik yang digunakan untuk menambah kesejahteraan masyarakat. Adanya fasilitas publik ini akan membuat masyarakat semakin nyaman dengan kotanya. Terbukti dengan fenomena
Citayam Fashion Week ini.
Meskipun begitu, Nuri tidak menyangkal bahwa fenomena kumpulan remaja SCBD membawa dampak negatif terhadap fasilitas publik tersebut.
Menurut dia, banyaknya sampah berserakan di area Sudirman menandakan kurangnya kesadaran para remaja belum maksimal. Nuri pun meminta agar pihak berwajib untuk mengatasi permasalahan ini.
Baca juga: Fenomena Anak SCBD, Bentuk Demokratisasi Jalan Sudirman"Banyaknya sampah dapat menimbulkan banyak permasalahan baru, yakni adanya penumpukan sampah. Ternyata kesadaran mereka dalam membuang sampah pada tempatnya belum maksimal. Jadi ada kemungkinan besar apabila tidak ditindaklanjuti, maka akan menimbulkan sebuah kebiasaan, makanya harus segera diatasi," pungkas Nuri.
(est)