Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 01 September 2026
home lifestyle muslim detail berita

Peneliti TII: Ada Sisi Positif Negatif dari Fenomena Anak SCBD

Fifiyanti Abdurahman Rabu, 13 Juli 2022 - 15:04 WIB
Peneliti TII: Ada Sisi Positif Negatif dari Fenomena Anak SCBD
Fenomena anak SCBD atau Citayam Fashion Week membawa dampak positif sekaligus negatif. Foto: TikTok/andidlop.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Fenomena anak SCBD (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok) atau Citayam Fashion Week membawa sejumlah dampak. Dilihat dari sisi positif, kumpulan remaja pinggiran Jakarta ini membawa dampak positif bagi ekonomi.

Di samping itu, fenomena ini membuktikan bawah usaha pemerintah menyediakan ruang terbuka sudah terpenuhi.

Baca juga: Fenomena Anak SCBD, Pengamat Ekonomi: Bawa Dampak Positif

Peneliti Bidang Ekonomi The Indonesian Institute (TII) Nuri Resti Chayyani mengamini hal tersebut. Menurut Nuri, fenomena anak SCBD membuktikan bahwa pemerintah berhasil memberikan ruang terbuka untuk masyarakat.

"Adanya Citayam Fashion Week yang didominasi masyarakat luar Jakarta, berarti pemerintah berhasil memberikan ruang terbuka untuk masyarakat. Meskipun bukan masyarakat asli, tetapi dapat memberikan kenyamanan untuk mereka mengekspresikan dirinya sendiri," ucap Nuri kepada Langit7, Selasa (12/7/2022).

Menurut dia, negara memberikan fasilitas publik yang digunakan untuk menambah kesejahteraan masyarakat. Adanya fasilitas publik ini akan membuat masyarakat semakin nyaman dengan kotanya. Terbukti dengan fenomena Citayam Fashion Week ini.

Meskipun begitu, Nuri tidak menyangkal bahwa fenomena kumpulan remaja SCBD membawa dampak negatif terhadap fasilitas publik tersebut.

Menurut dia, banyaknya sampah berserakan di area Sudirman menandakan kurangnya kesadaran para remaja belum maksimal. Nuri pun meminta agar pihak berwajib untuk mengatasi permasalahan ini.

Baca juga: Fenomena Anak SCBD, Bentuk Demokratisasi Jalan Sudirman

"Banyaknya sampah dapat menimbulkan banyak permasalahan baru, yakni adanya penumpukan sampah. Ternyata kesadaran mereka dalam membuang sampah pada tempatnya belum maksimal. Jadi ada kemungkinan besar apabila tidak ditindaklanjuti, maka akan menimbulkan sebuah kebiasaan, makanya harus segera diatasi," pungkas Nuri.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 01 September 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan