LANGIT7.ID - , Jakarta - Gubernur DKI Jakarta
Anies Baswedan menyebut fenomena
anak SCBD (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, dan Depok) di kawasan Stasiun BNI-Dukuh Atas Sudirman berhasil menyulap kawasan tersebut.
Bila dulu kawasan Sudirman identik dengan area bisnis dan dikuasai para pekerja, kini berubah menjadi
destinasi wisata. Kawasan ini pun menjadi ruang ketiga yang menyetarakan.
Baca juga: Fenomena Citayam Fashion Week, Bentuk Lain Urban Tourism"Ingat jalan-jalan Sudirman beberapa tahun lalu? Jalan itu milik mereka yang bekerja di tempat ini saja. Di luar itu tidak bisa ikut menikmati jalan terbesar di republik ini. Jalan itu hanya dimiliki oleh mereka yang bekerja, kenapa? Karena semuanya menggunakan kendaraan pribadi," ujar Anies dikutip dari akun Instagram terverifikasi, @aniesbaswedan, Senin (11/7/2022).
Anies melanjutkan, sebelum ada trotoar lebar,
pedestrian didominasi para pekerja kantoran Sudirman. Namun, kini wajah tersebut berubah menjadi lebih ramai dan dipenuhi masyarakat Jabodetabek.
"Jadi yang kita miliki itu bukan sekedar trotoar. Mendadak tower-tower itu bukan hanya menjadi milik mereka yang bekerja di tempat ini," kata Anies.
Anies mengistilahkan fenomena SCBD sebagai demokratisasi
Jalan Jenderal Sudirman, karena menjadi milik semua. Bahkan, orang tua menjadikan wilayah tersebut sebagai penyemangat untuk anak-anaknya.
"Mereka bawa anak-anak jalan sambil dengan mudah bilang, 'Nak, kamu belajar yang rajin, ya. Biar suatu saat nanti kamu bisa bekerja di gedung atau tempat ini,'" ucapnya.
Baca juga: Remaja Citayam di Sudirman, Gaya Tak Buat Mereka Lupa SalatLebih lanjut, pria kelahiran 7 Mei 1969 menceritakan ketika membangun trotoar di daerah Sudirman. Anies mengaku tidak mengerjakannya sendiri, tetapi juga melibatkan banyak pihak.
"Daerah Sudirman milik bersama. Biarlah mereka (anak SCBD) menikmati dengan caranya sendiri. Dengan catatan, tetap menjaga lingkungan steril dan aman," tegas Anies.
(est)