LANGIT7.ID - , Jakarta - Kumpulan remaja asal Citayam, Bojong Gede, Depok, tiap akhir pekan meramaikan kawasan Dukuh Atas, tepatnya sekitar halte
MRT BNI City, Jakarta. Istilah SCBD (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok) pun disematkan pada remaja yang kerap berkumpul di terowongan Kendal ini.
Mengusung gaya
street style, remaja pinggiran Jakarta ini seperti ingin menunjukkan eksistensi diri di ibukota. Keramaian mereka berkumpul di kawasan
Sudirman pun mendadak viral di sejumlah platform media sosial.
Baca juga: Fenomena Citayam Fashion Week, Pengamat Mode: Masih Sopan Kok!Melihat fenomena ini, pengamat mode dan desainer
modest fashion Jeny Tjahyawa tidak mempermasalahkannya. Menurut Jeny, selama gayanya masih positif dan tidak menganggu sekolahnya tidak jadi persoalan.
Bahkan, menurut wanita yang mulai menggeluti
modest fashion sejak tahun 2004 ini para remaja tersebut juga memiliki perilaku yang baik dengan selalu menyempatkan diri untuk beribadah ketika waktunya tiba.
"Saya perhatikan ada beberapa dari mereka kalau waktunya salat mereka pergi salat di gedung-gedung sekitar situ," tutur Jeny..
Meskipun begitu, dia mengaku ada sisi negatif dari fenomena ini, yakni para remaja tersebut tampak nongkrong dengan durasi yang lama. Menurut Jeny, hal tersebut harus ditertibkan sebab walau bagaimanapun mereka tetap masih anak-anak dibawa umur.
Baca juga: 7 Inspirasi Outfit Hijab Street Style yang Tetap Sopan"Harus ada kerjasama dari semua pihak, orang tua, guru, pemerintah, dan lingkungan sekitar. Baiknya transportasi kereta dibatasi untuk usia 17 tahun ke bawah jam 6 sore," pungkasnya.
(est)