LANGIT7.ID - , Jakarta - Belakangan, pakaian tradisional Indonesia,
kebaya ramai menjadi perbincangan. Hal tersebut berhubungan dengan sejumlah organisasi masyarakat yang menggelar aksi dukung terkait rencana pendaftaran kebaya ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (
UNESCO) sebagai warisan budaya tak benda asal Indonesia.
Rencana pendaftaran kebaya ke UNESCO ini diinisiasi Founder Perhimpunan Kebayaku Nunun Daradjatun tahun 2021 lalu, namun hingga kini belum terdengar perkembangannya.
Baca juga: Lestarikan Kain Tradisional, Torang Sitorus Rilis Koleksi Ulos dan KebayaDesainer modest Tanah Air,
Jeny Tjahyawati mengaku sepakat terkait rencana pendaftaran kebaya ke UNESCO sebagai warisan budaya tak benda asal Indonesia.
Namun, ia menyarankan harus menggali lebih dalam terkait
sejarah kebaya sebelum memutuskan untuk didaftarkan.
"Saya sepakat kebaya didaftarkan di UNESCO, cuma harus digali kembali asal-usulnya supaya benar-benar kebaya original didaftarkan di sana. Mungkin harus ada kerjasama dengan akademisi, praktisi desainer atau dengan orang-orang keraton karena mereka yang mengenakan kebaya. Temukan titik terang kebaya seperti apa yang harus didaftarkan di UNESCO," ujar Jeny kepada Langit7, Senin (8/8/2022).
Sebab, lanjut dia, Indonesia memiliki berbagai macam jenis kebaya. Belum lagi seiring perkembangan zaman banyak kebaya-kebaya modern yang bermunculan, maka itu harus dikaji lebih dalam kebaya seperti apa yang akan didaftarkan.
Namun, wanita yang karyanya pernah tampil di
Paris Fashion Week ini berharap kebaya yang didaftarkan adalah yang mengikuti pakem
umat Islam, mengingat penduduk Indonesia mayoritas muslim.
Baca juga: Kain Wastra, Kekuatan Indonesia untuk Jadi Pusat Modest Fashion Dunia"Harapan saya sih kebayanya jangan transparan dan tidak pas di badan. Artinya tidak menonjolkan keseksiannya karena mayoritas masyarakat Indonesia Muslim. Intinya, harus benar-benar spesifik biar tidak keliru karena jenis kebaya di Indonesia banyak, seperti kebaya kraton, Kartini dan lainnya," pungkasnya.
(est)