LANGIT7.ID, Jakarta - Tren Citayam Fashion Week (CFW) mulai disalahgunakan sekelompok anak muda untuk menampilkan style lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Menanggapi hal tersebut, Ketua MUI bidang Seni Budaya dan Peradaban, Ustaz Jeje Zaenudin menyatakan bahwa kita harus memiliki kesepakatan dan kesadaran wajibnya menjaga dan memelihara nilai dan norma agama serta budaya yang menjadi landasan kehidupan bersama.
"Dalam kehidupan masyarakat perkotaan besar yang sangat hiruk-pikuk, kompleks dan majemuk, memang diperlukan berbagai sarana dan ruang publik untuk refreshing warga sekaligus ajang mengekspresikan kreativitas seni budaya, keterampilan, hingga fesyen. Namun demikian, kita harus memiliki kesepakatan bersama untuk mengekspresikan budaya bermartabat," kata Ustaz Jeje dalam keterangannya, Ahad (31/7/2022).
"Maka jangan sampai sarana dan fasilitas yang disediakan oleh negara disalahgunakan bagi promosi atau kampanye prilaku dan budaya yang ditolak oleh norma agama dan nilai budaya yang kita anut," sambungnya.
Baca Juga: Persis Putuskan Muktamar Digelar September 2022 Di sini, lanjut Ustaz Jeje, konteksnya bukan lagi sekadar masalah kebebasan dan hak asasi berekspresi, tetapi kewajiban untuk menjaga dan merawat akhlak dan budaya bangsa yang fundamental.
Maka setiap penyelewengan penggunaan sarana dan atau fasilitas publik untuk kepentingan kampanye, promosi, ataupun pubikasi perilaku, budaya, simbol-simbol penyimpangan orentasi seksual dan sebagainya tidak boleh dibiarkan.
"Karena akan mendegradasi falsafah mulia kehidupan berbangsa kita yang susah payah diperjuangkan para pemimpin bangsa ini," ujarnya.
Baca Juga: Manfaatkan Ruang Digital, Ini 6 Ustaz dengan Followers Terbanyak(zhd)