Pebisnis Islam Harus Paham Prinsip Dagang Sukses ala Rasulullah SAW
Mahmuda attar hussein
Ahad, 08 Agustus 2021 - 12:05 WIB
Ilustrasi sedekah salah satu jalan menuju sukses dalam berbisnis. Foto: Langit7/istock
Nabi Muhammad SAW menganjurkan ummatnya untuk mengambil hikmah dalam urusan dagang. Sebab, diyakini urusan perdagangan adalah suatu usaha yang dapat memenuhi kebutuhan dan bermanfaat bagi orang banyak.
Rasulullah merupakan pedagang ulung, yang sejak usia remajanya dihabishkan sebagian besar dalam urusan perdagangan. Untuk itu, sebagai suri tauladan, sudah sepantasnya ummat Islam meniru prinsip dagang yang dilakukan Rasulullah dalam urusan bisnis.
Praktisi dan pakar ekonomi syariah, Adiwarman Karim mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pelaku usaha dewasa ini. Dengan mengikuti prinsip dagang Rasulullah, diharapkan para pelaku usaha juga bisa meraih kesuksesan dalam perdagangan mereka.
Jujur
Mungkin perihal ini adalah suatu nasihat klise yang sering diucapkan, tapi masih banyak orang yang keliru dalam menafsirkan kejujuran dalam dagang. Menurut Adiwarman, kejujuran saja tidak cukup tapi juga perlu adanya tingkat kecerdasan yang cukup untuk bisa mendapatkan keberhasilan.
“Contoh kecilnya adalah kompetitor yang misalkan nakal dengan mengurangi timbangan dan ukuran barang ketika melakukan transaksi. Kalau kita hanya bermodal jujur, bagaimana bisa kita menyaingi kecurangan ini, terlebih kita juga tidak boleh turut melakukan kecurangan dagang dalam Islam,” ujarnya dikanal Youtube Aksi Inspirasi.
Adiwarman mengatakan, cara pandang seperti itu adalah cara yang salah. Seperti yang diajarkan Rasulullah, lanjut dia, ketika melihat adanya kecurangan di kompetitor, maka yang harus dilakukan adalah memberikan timbangan yang lebih.
Rasulullah merupakan pedagang ulung, yang sejak usia remajanya dihabishkan sebagian besar dalam urusan perdagangan. Untuk itu, sebagai suri tauladan, sudah sepantasnya ummat Islam meniru prinsip dagang yang dilakukan Rasulullah dalam urusan bisnis.
Praktisi dan pakar ekonomi syariah, Adiwarman Karim mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pelaku usaha dewasa ini. Dengan mengikuti prinsip dagang Rasulullah, diharapkan para pelaku usaha juga bisa meraih kesuksesan dalam perdagangan mereka.
Jujur
Mungkin perihal ini adalah suatu nasihat klise yang sering diucapkan, tapi masih banyak orang yang keliru dalam menafsirkan kejujuran dalam dagang. Menurut Adiwarman, kejujuran saja tidak cukup tapi juga perlu adanya tingkat kecerdasan yang cukup untuk bisa mendapatkan keberhasilan.
“Contoh kecilnya adalah kompetitor yang misalkan nakal dengan mengurangi timbangan dan ukuran barang ketika melakukan transaksi. Kalau kita hanya bermodal jujur, bagaimana bisa kita menyaingi kecurangan ini, terlebih kita juga tidak boleh turut melakukan kecurangan dagang dalam Islam,” ujarnya dikanal Youtube Aksi Inspirasi.
Adiwarman mengatakan, cara pandang seperti itu adalah cara yang salah. Seperti yang diajarkan Rasulullah, lanjut dia, ketika melihat adanya kecurangan di kompetitor, maka yang harus dilakukan adalah memberikan timbangan yang lebih.