Mengenal Mastitis, Peradangan Payudara yang Kerap Dialami Ibu Menyusui
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 18 Juli 2022 - 13:46 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Belakangan ini seorang wanita pemilik akun TikTok @jenniferandtoni viral di jagat maya. Sebab dirinya mengaku menyusui sang suami, bukan bayinya. Hal tersebut dilakukan karena ia mengalami mastitis sehingga membuat ASInya sulit keluar atau tersumbat.
Agar ASI yang tersumbat bisa lancar kembali, sang suami pun membantu sang istri dengan menyusu langsung. Meski berhasil, namun sebagian kalangan melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang menjijikan.
Baca juga: Peran Ayah Sangat Penting untuk Mendukung Ibu Menyusui
Merujuk dari Healthline, mastitis merupakan kondisi di mana jaringan payudara wanita menjadi bengkak atau meradang secara tidak normal. Kondisi ini umumnya terjadi akibat infeksi pada saluran payudara. Bagi wanita yang menyusui bayi secara eksklusif, memungkinkan mengalami mastitis.
Mastitis terjadi dengan atau tanpa adanya infeksi. Seiring perkembangannya, mastitis dapat menyebabkan terbentuknya abses payudara, yakni kumpulan nanah yang terlokalisasi di dalam jaringan payudara. Perlu diingat, kasus mastitis yang parah bisa berakibat fatal jika tidak diobati.
Gejala mastitis yang perlu Anda ketahui antara lain adanya pembengkakan atau pembesaran payudara disertai warna kemerahan, bengkak, atau nyeri saat ditekan.
Kemudian, payudara juga terasa hangat, serta gatal. Lalu, di bagian bawah lengan terasa lebih lembut. Sementara di bagian puting susu atau kulit payudara ditemui luka kecil. Gejala lain yang juga dialami penderita mastitis adalah demam.
Agar ASI yang tersumbat bisa lancar kembali, sang suami pun membantu sang istri dengan menyusu langsung. Meski berhasil, namun sebagian kalangan melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang menjijikan.
Baca juga: Peran Ayah Sangat Penting untuk Mendukung Ibu Menyusui
Merujuk dari Healthline, mastitis merupakan kondisi di mana jaringan payudara wanita menjadi bengkak atau meradang secara tidak normal. Kondisi ini umumnya terjadi akibat infeksi pada saluran payudara. Bagi wanita yang menyusui bayi secara eksklusif, memungkinkan mengalami mastitis.
Mastitis terjadi dengan atau tanpa adanya infeksi. Seiring perkembangannya, mastitis dapat menyebabkan terbentuknya abses payudara, yakni kumpulan nanah yang terlokalisasi di dalam jaringan payudara. Perlu diingat, kasus mastitis yang parah bisa berakibat fatal jika tidak diobati.
Gejala mastitis yang perlu Anda ketahui antara lain adanya pembengkakan atau pembesaran payudara disertai warna kemerahan, bengkak, atau nyeri saat ditekan.
Kemudian, payudara juga terasa hangat, serta gatal. Lalu, di bagian bawah lengan terasa lebih lembut. Sementara di bagian puting susu atau kulit payudara ditemui luka kecil. Gejala lain yang juga dialami penderita mastitis adalah demam.