Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Mengenal Mastitis, Peradangan Payudara yang Kerap Dialami Ibu Menyusui

Fifiyanti Abdurahman Senin, 18 Juli 2022 - 13:46 WIB
Mengenal Mastitis, Peradangan Payudara yang Kerap Dialami Ibu Menyusui
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Belakangan ini seorang wanita pemilik akun TikTok @jenniferandtoni viral di jagat maya. Sebab dirinya mengaku menyusui sang suami, bukan bayinya. Hal tersebut dilakukan karena ia mengalami mastitis sehingga membuat ASInya sulit keluar atau tersumbat.

Agar ASI yang tersumbat bisa lancar kembali, sang suami pun membantu sang istri dengan menyusu langsung. Meski berhasil, namun sebagian kalangan melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang menjijikan.

Baca juga: Peran Ayah Sangat Penting untuk Mendukung Ibu Menyusui

Merujuk dari Healthline, mastitis merupakan kondisi di mana jaringan payudara wanita menjadi bengkak atau meradang secara tidak normal. Kondisi ini umumnya terjadi akibat infeksi pada saluran payudara. Bagi wanita yang menyusui bayi secara eksklusif, memungkinkan mengalami mastitis.

Mastitis terjadi dengan atau tanpa adanya infeksi. Seiring perkembangannya, mastitis dapat menyebabkan terbentuknya abses payudara, yakni kumpulan nanah yang terlokalisasi di dalam jaringan payudara. Perlu diingat, kasus mastitis yang parah bisa berakibat fatal jika tidak diobati.

Gejala mastitis yang perlu Anda ketahui antara lain adanya pembengkakan atau pembesaran payudara disertai warna kemerahan, bengkak, atau nyeri saat ditekan.

Kemudian, payudara juga terasa hangat, serta gatal. Lalu, di bagian bawah lengan terasa lebih lembut. Sementara di bagian puting susu atau kulit payudara ditemui luka kecil. Gejala lain yang juga dialami penderita mastitis adalah demam.


Penyebab mastitis


Ada dua hal yang menyebabkan mastitis, yakni infeksi bakteri dan obstruksi saluran susu. Untuk infeksi bakteri, biasanya ditemukan di kulit. Setiap orang memilikinya, dan biasanya tidak berbahaya.

Tetapi jika kemudian bakteri menembus kulit, maka dapat menyebabkan infeksi. Sedangkan jika bakteri masuk ke jaringan payudara, karena kerusakan pada kulit di dekat atau di sekitar puting, dapat menyebabkan mastitis.

Sementara penyebab mastitis karena obstruksi saluran susu, yakni saluran susu membawa susu dari kelenjar payudara ke puting. Ketika saluran ini tersumbat, susu menumpuk di dalam payudara dan menyebabkan peradangan dan dapat menyebabkan infeksi.

Lantas, bagaimana mengobati mastitis?

Baca juga: Ibu Menyusui Bisa Puasa, Ini Cara supaya ASI Tetap Lancar

Perawatan umum yang bisa dilakukan adalah memberikan antibiotik sebagai penawar infeksi bakteri penyebab mastitis. Akan tetapi, tidak dianjurkan mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter.

Penderita mastitis juga dapat menggunakan ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit, demam, dan pembengkakan. Selanjutnya, acetaminophen untuk mengurangi rasa sakit dan demam.

Mengobati mastitis dengan antibiotik biasanya paling ampuh membebaskan infeksi. Selama perawatan, ibu masih bisa menyusui seperti biasa. Karena infeksi berada di jaringan payudara bukan di air susu.

Selain itu, menyusui juga dapat membantu mempercepat proses pengobatan. Dokter mungkin akan menyarankan untuk menjalani prosedur pembedahan yang disebut sayatan dan drainase. Selama prosedur ini, dokter akan membuat sayatan kecil untuk membantu mengeringkan abses yang terbentuk akibat infeksi.

Baca juga: Hamil 8 Bulan, Intip 4 Gaya Dress Cantik Ria Ricis

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)