Presiden Sementara Sri Lanka Umumkan Status Darurat
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 18 Juli 2022 - 17:35 WIB
Penjabat Presiden Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe. (Foto: Al Jazeera)
Penjabat Presiden Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe mengumumkan kondisi darurat di negaranya. Hal ini muncul di tengah protes masyarakat setelah Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa melarikan diri.
"Adalah bijaksana, demikian untuk dilakukan, demi kepentingan keamanan umum, perlindungan ketertiban umum dan pemeliharaan persediaan dan layanan yang penting bagi kehidupan masyarakat," bunyi pernyataan tersebut dikutip dari ABC.net, Senin (18/7/2022).
Baca Juga:Presiden Sri Lanka Kabur ke Singapura Beberapa Jam Sebelum Mundur
Kondisi darurat ini sudah diumumkan sejak minggu lalu setelah Presiden Gotabaya Rajapaksa melarikan diri dari Sri Lanka. Sementara aturan yang lebih terperinci untuk saat ini belum diumumkan.
Sebagai informasi, Wickremesinghe dilantik sebagai presiden sementara Sri Lanka sampai parlemen memilih pengganti Gotabaya Rajapaksa. Rajapaksa mengundurkan diri setelah protes massal atas runtuhnya ekonomi di Sri Lanka.
Baca Juga:Presiden Sri Lanka Ditolak Masuk ke Maladewa
Massa pun melancarkan protes dan berunjuk rasa ke Istana Presiden Rajapaksa. Hal itu yang kemudian membuat Rajapaksa melarikan diri ke beberapa negara seperti Maladewa dan Singapura.
"Adalah bijaksana, demikian untuk dilakukan, demi kepentingan keamanan umum, perlindungan ketertiban umum dan pemeliharaan persediaan dan layanan yang penting bagi kehidupan masyarakat," bunyi pernyataan tersebut dikutip dari ABC.net, Senin (18/7/2022).
Baca Juga:Presiden Sri Lanka Kabur ke Singapura Beberapa Jam Sebelum Mundur
Kondisi darurat ini sudah diumumkan sejak minggu lalu setelah Presiden Gotabaya Rajapaksa melarikan diri dari Sri Lanka. Sementara aturan yang lebih terperinci untuk saat ini belum diumumkan.
Sebagai informasi, Wickremesinghe dilantik sebagai presiden sementara Sri Lanka sampai parlemen memilih pengganti Gotabaya Rajapaksa. Rajapaksa mengundurkan diri setelah protes massal atas runtuhnya ekonomi di Sri Lanka.
Baca Juga:Presiden Sri Lanka Ditolak Masuk ke Maladewa
Massa pun melancarkan protes dan berunjuk rasa ke Istana Presiden Rajapaksa. Hal itu yang kemudian membuat Rajapaksa melarikan diri ke beberapa negara seperti Maladewa dan Singapura.