Kiat Mendidik Anak Saleh-Salehah, Ini Nasihat Buya Yahya
Andi Muhammad
Rabu, 20 Juli 2022 - 09:33 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Mempunyai anak saleh dan salehah merupakan dambaan besar setiap orang tua. Dalam mendidik anak, tentunya mempunyai tantangan tersendiri bagi para orang tua.
Pendakwah Yahya Zainul Ma'arif atau disapa akrab Buya Yahya mengatakan, dalam perkara mendidik anak membutuhkan proses yang panjang dan tidak instan. "Membentuk (kepribadian) anak bukan di saat sudah besar baru dididik, dari awal dulu, didik kebiasaan yang baik dari kecil," kata Buya Yahya dikutip dalam ceramahnya di akun Al-Bahjah TV, Rabu (20/7/2022).
Menurut dia, mendidik anak sejak dini sangat berpengaruh dalam membentuk karakter anak ke depannya. Sesuai dengan syariat Islam, anak sejak dini harus dikenalkan lebih dekat dengan ruang lingkup agama.
Baca Juga:DDII: HAM Tak Bisa jadi Landasan Pernikahan Beda Agama
Buya Yahya mengungkapkan, mendidik anak ketika usia remaja bukanlah hal yang efektif karena karakter anak sudah terbentuk di masa kecil. Kepribadian yang buruk sejak kecil akan sulit dilepaskan, bahkan kemungkinan anak akan membangkang bila dinasihati.
"Makanya kita tidak melarang kalau membawa anak-anak kecil datang ke majelis, biar dia punya kenangan indah di majelis, bukan ketika umur 18 atau sudah kuliah, anak akan merasa lebih pintar dari orang tuanya," kata Buya.
"Mendidik anak di saat mereka belum bisa bertutur kata pun hendaknya kita beri contoh yang baik, kita kenalkan kepada suatu yang mulia," tambahnya.
Pendakwah Yahya Zainul Ma'arif atau disapa akrab Buya Yahya mengatakan, dalam perkara mendidik anak membutuhkan proses yang panjang dan tidak instan. "Membentuk (kepribadian) anak bukan di saat sudah besar baru dididik, dari awal dulu, didik kebiasaan yang baik dari kecil," kata Buya Yahya dikutip dalam ceramahnya di akun Al-Bahjah TV, Rabu (20/7/2022).
Menurut dia, mendidik anak sejak dini sangat berpengaruh dalam membentuk karakter anak ke depannya. Sesuai dengan syariat Islam, anak sejak dini harus dikenalkan lebih dekat dengan ruang lingkup agama.
Baca Juga:DDII: HAM Tak Bisa jadi Landasan Pernikahan Beda Agama
Buya Yahya mengungkapkan, mendidik anak ketika usia remaja bukanlah hal yang efektif karena karakter anak sudah terbentuk di masa kecil. Kepribadian yang buruk sejak kecil akan sulit dilepaskan, bahkan kemungkinan anak akan membangkang bila dinasihati.
"Makanya kita tidak melarang kalau membawa anak-anak kecil datang ke majelis, biar dia punya kenangan indah di majelis, bukan ketika umur 18 atau sudah kuliah, anak akan merasa lebih pintar dari orang tuanya," kata Buya.
"Mendidik anak di saat mereka belum bisa bertutur kata pun hendaknya kita beri contoh yang baik, kita kenalkan kepada suatu yang mulia," tambahnya.