Setiap orang tua menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi individu yang berakhlak baik, penurut, dan rajin belajar. Namun, untuk mewujudkan impian tersebut
Persahabatan memiliki porsi tersendiri dalam Islam. Orang yang bersahabat saling mempengaruhi. Maka itu, Islam memerintahkan untuk bersahabat dengan orang yang mengajak kepada kebaikan.
Malam Nisfu Sya'ban jatuh pada malam ini, Selasa (7/3/2023), sebab besok sudah masuk 15 Sya'ban 1444 Hijriah merujuk kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama.
Pakar Parenting Muslim, Ustadz Muhammad Fauzil Adhim, mengatakan, keluarga memiliki peran besar dalam tumbuh kembang seorang anak ketimbang lingkungan masyarakat. Lingkungan keluarga berpengaruh pada keshalihan anak.
Mendidik anak sejak dini sangat berpengaruh dalam membentuk karakter anak ke depannya. Sesuai dengan syariat Islam, anak sejak dini harus dikenalkan lebih dekat dengan ruang lingkup agama.
Imran dan Hanna bercita-cita memiliki seorang anak untuk mengabdi di Baitul Maqdis, Palestina. Saat bernazar, Hanna sebenarnya menginginkan anak laki-laki. Namun ternyata ia melahirkan anak perempuan dan diberi nama Maryam.
Allah memerintahkan untuk mengesakan-Nya dengan penuh rasa cinta, ketundukan, dan ikhlas serta melarang perbuatan syirik, kemudian Allah menyandingkannya dengan perintah berbakti kepada kedua orangtua.
Memiliki keturunan sejatinya adalah harapan bagi setiap pasangan suami istri. Sebab salah satu tujuan pernikahan adalah memiliki keturunan yang shalih. Namun tak semua orang beruntung bisa segera mendapatkan momongan. Barikut doa yang diajarkan Nabi Zakaria agar bisa memiliki keturunan.
Da'i dan Pakar Pendidikan Anak, Ustadz Mohammad Fauzil Adhim, membeberkan satu poin penting setelah orang tua berhasil mendidik anak untuk beriman kepada Allah Taala, yakni mengajari dan mendidik anak untuk mengamalkan birrul walidain (berbakti kepada orang tua).
Orang tua tidak bisa mendampingi anak seumur hidupnya. Sehingga, kebiasaan memanjakan anak meski sudah mondok di pesantren, akan berdampak buruk bagi masa depan anak itu sendiri.
Ibnu Taimiyah berkata, sesungguhnya hati adalah raja dan yang lain adalah prajurit. Jika hati seseorang sudah tunduk, maka yang lain pasti mengikuti. Ini sangat relevan dengan konsep pengasuhan anak.