Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 03 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Cara agar Keluarga Jadi Lingkungan Tumbuhkan Keshalihan Anak

Muhajirin Rabu, 04 Januari 2023 - 22:53 WIB
Cara agar Keluarga Jadi Lingkungan Tumbuhkan Keshalihan Anak
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pakar Parenting Muslim, Ustadz Muhammad Fauzil Adhim, mengatakan, keluarga memiliki peran besar dalam tumbuh kembang seorang anak ketimbang lingkungan masyarakat. Lingkungan keluarga berpengaruh pada keshalihan anak.

Memang lingkungan masyarakat memiliki pengaruh, tapi lingkungan keluarga menjadi tonggak utama yang mempengaruhi karakter dan kepribadian anak. Atas dasar itu, sangat penting menata kembali kualitas keluarga. Itu agar bisa menjadi lingkungan yang baik bagi anak.

“Keluarga adalah lingkungan paling awal, maka jika keluarga tidak menjadi lingkungan yang shalih, apalagi malah menjadi lingkungan rusak, anak akan ikut rusak,” kata Fauzil dalam webinar parenting di kanal AQL Islamic Center, dikutip Rabu (4/1/2023).

Baca Juga: Ustadz Fauzil Adhim: Kalau Cuma untuk Pintar, Tak Perlu Sekolah

Lingkungan meliputi tempat dan manusia. Tetapi, tempat dan manusia belum tentu menjadi tanda lingkungan yang baik. Manusia dalam keluarga harus memiliki kualitas interaksi yang sangat baik.

Hal itu merupakan pondasi yang sangat mendasar untuk membentuk kepribadian hingga pemikiran anak. Selanjutnya, di dalam lingkungan keluarga harus dibentuk kebiasaan pola perilaku yang lahir dari keyakinan yang kokoh.

“Jadi, kalau keluarga kita tidak menjadi lingkungan yang baik, maka ketika menghadapi perubahan tak terduga bisa kelabakan. Tidak siap melakukan penyesuaian diri,” ujar Fauzil.

Dalam Islam, ada istilah baiti jannati (rumahku surgaku). Rumah juga disebut maskan (tempat) karena memberikan ketenangan. Maka itu, rumah tidak boleh membosankan bagi anak. Rumah harus menyenangkan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Guru Besar ITS: Tak Sebatas Sekolah Formal, Keluarga Harus Jadi Satuan Pendidikan

Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak. Di sana karakter anak dibentuk. Maka, menata kembali kualitas keluarga menjadi sangat penting. Ini merupakan bekal awal untuk menata pendidikan anak.

Kerap orang tua mengasuh dan membesarkan anak, tapi merasa sudah memberikan tarbiyah atau pendidikan yang mencukupi. Padahal selain membesarkan anak, ada kewajiban sangat mendasar yang harus dipenuhi terlebih dahulu, yakni sungguh-sungguh membangun pribadi anak.

“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” (HR Ahmad).

Karakter anak saat remaja hingga dewasa sangat ditentukan oleh pendidikan anak saat masih kecil. Anak ibarat tanaman. Jika tanaman itu tidak dirawat dengan baik, maka akan menghasilkan buah yang tidak baik pula. buah jelek merupakan salah didik dari orang tua.

Baca Juga: Tips Parenting dari Ustadz Abdul Somad, Sediakan Waktu untuk Anak

“Nah, sekarang ini cara berpikir yang banyak terjadi adalah apapun problem remaja adalah salah mereka. padahal, itu bukan karena remaja bermasalah. Tetapi, karena mereka tidak dipersiapkan,” kata Fauzil.

Saat anak berusia tujuh tahun, orang tua perlu mengevaluasi anak, apakah tumbuh dengan nilai-nilai kebaikan atau sebaliknya. Saat anak sudah tegak di atas fitrah atau Islam pada usia itu, maka selanjutnya orang mempersiapkan mereka untuk diberi ilmu berkaitan dengan pembiasaan hingga pendisiplinan.

Rasulullah SAW mengingatkan orang tua memukul anak jika tidak menegakkan shalat saat memasuki usia 10 tahun. Ini bagian dari pendidikan kedisiplinan. Pada usia itu harus ada evaluasi apakah pendidikan kedisiplinan sudah sukses atau belum.

Baca Juga: Co-Parenting, Kolaborasi Pendidikan Antara Rumah dan Sekolah

Artinya, orang tua harus sungguh-sungguh mendidik anak sebelum memasuki umur 10 tahun. Ini karena fase berikutnya anak butuh pendidikan yang lebih rumit lagi. Jika tidak dipersiapkan sejak awal, atau sejak lahir, maka orang tua akan kesusahan saat anak remaja dan dewasa.

“Saya khawatir banyak di antara kita yang sudah sangat asing dengan tarbiyah Islamiyah. Atau jangan-jangan banyak orang tua yang buta terhadap tarbiyah Islamiyah, sehingga mengambil apa saja, sekenanya, sehingga hal yang pokok tidak memperoleh perhatian,” ungkap Fauzil.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 03 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)