LANGIT7.ID - Islam datang membawa solusi terhadap semua masalah kehidupan. Termasuk solusi bagi kekhawatiran orang tua jika tidak mampu menhidupi anak secara ekonomi.
Pernyataan itu disampaikan peneliti senior
Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS), Henri Shalahuddin.
“Ada sekitar 146 ayat dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang keluarga secara integral. Misalnya kita membaca ayat tentang menyusui anak, satu huruf diganjar pahala. Membaca saja ayatnya diganjar pahala, apalagi menyusui anak,” kata Ustadz Henri dalam webinar Ketahanan Keluarga Untuk Tingkatkan Ketahanan Negara melalui kanal youtube MIUMI, dikutip Sabtu (28/8/2021).
Menurut Henri, keagungan ajaran Islam itu sekaligus menjawab alasan orang tua yang memilih
childfree karena faktor ekonomi.
Setiap anak yang lahir di muka bumi, ia yakini, memiliki catatan rezekinya masing-masing. Dengan demikian, ekonomi lemah tak bisa dijadikan alasan untuk memilih
childfree.“Menikah itu bukan prestasi, punya anak bukan prestasi, tapi yang berprestasi itu adalah punya anak soleh-solehah,” ucap Ustadz Henri.
Dia mencontohkan Usamah bin Zaid ketika masih berumur 18 tahun, atau seumuran anak SMA saat ini. Ia dipercaya oleh Rasulullah SAW memimpin pasukan kaum muslimin ke Syam. Dalam pasukan itu banyak sahabat senior. Namun Rasulullah SAW melihat kualitas diri Usamah bin Zaid sehingga pantas mendapatkan amanah itu.
“Ada Sultan Al-fatih, ketika dilantik jadi khalifah baru 19 tahun, menaklukkan konstantinopel di umur 21 tahun, itu (usia) baru kuliah. Islam pertama kali berkembang karena diterima oleh generasi-generasi muda." ujarnya.
Makanya, jangan khawatir. Ketika punya anak, tidak perlu khawatir masalah ekonomi dan sebagainya. Orang risiko diberi umur, pasti diberi rezeki,” ucap Ustadz Henri.
Ibnu Khaldun mengatakan, negara bisa kuat ataupun lemah bergantung pada kondisi keluarga. Negara akan kuat jika individu-individu dalam keluarga kuat.
Demikian juga sebaliknya. Justeru yang harus dikhawatirkan adalah jika tidak berhasil mendidik generasi berkualitas.
Tips Mendapatkan Anak ShalehUstadz lalu memberikan satu tips jika ingin mendapatkan anak shaleh. Ia mencontohkan ayah Imam Nawawi yang merupakan seorang pedagang. Meski berprofesi di bidang bisnis, namun ayah Imam Nawawi sangat rajin datang ke majelis ilmu.
“Majelis itu dia manfaatkan untuk berdoa meminta anak shaleh, kenapa? Karena di situ banyak malaikat yang mengaminkan,” ucap beliau.
Dalam konteks keluarga, setiap orang terlindungi dengan keberadaan orang tua itu sendiri. Maka itu, setiap orang harus menjadi orang tua yamg baik.
Tak lain lantaran keluarga adalah mihrab untuk taqarrub kepada Allah, sebagaimana mihrab shalat. Mendidik anak, menurutnya, merupakan pintu yang sangat luas sebagai media taqarrub kepada Allah.
“Makanya di dalam Islam itu kita diajari bahwasanya kesatuan terkecil bertanggung jawab menciptakan masyarakat yang damai dan berkeadaban,” ucap Ustadz Henri.
Maka itu, kata dia, keluarga harus menjadi benteng yang melindungi, yakni membangun keluarga sebagai setengah dari agama.
Kemudian menjaga keluarga sebagai implementasi dari keimanan, memerangi segala wabah yang mengancamnya adalah bentuk jihad, dan merawat buah yang terlahir darinya adalah bentuk syiar dari agama.
(arp)