Isu childfree kembali ramai diperbincangkan setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan data terbaru bahwa ada sekira 71 ribu perempuan Indonesia memilih childfree,
Istilah childfree mengacu pada individu dewasa atau pasangan yang memilih untuk tidak memiliki anak, baik secara biologis maupun melalui proses adopsi.
Persentase perempuan Indonesia memilih childfree cenderung meningkat dalam empat tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, Pulau Jawa menjadi wilayah tertinggi
Tren childfree dewasa ini mengalami peningkatan dari sebelumnya. Berdasarkan kajian Badan Pusat Statistik dari hasil Susenas 2022, sebanyak 8,2% atau sekira 71 ribu
Irma Safitri menyebutkan, kesehatan mental dalam childfree ini membuat setiap pasangan dalam rumah tangga merasa tidak siap secara mental untuk memiliki anak.
Konsep childfree dalam teori Barat mencuat lantaran mereka menganggap adanya keterbatasan dalam sumber daya. Sementara kebutuhan manusia tidak terbatas.
Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengungkapkan, childfree yang ramai dibicarakan saat ini merupakan pemikiran yang sudah ada dan dilakukan sejak zaman jahiliyah
Childfree menjadi topik hangat yang dibicarakan publik Tanah Air saat ini. Childfree merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan individu atau pasangan yang memutuskan untuk tidak memiliki anak.
Presenter kawakan Sarah Sechan ikutan nimbrung membahas isu childfree atau keputusan tidak memiliki anak dalam kehidupan rumah tangga. Dia mengkritik opini influencer Gita Savitri yang menyebut anak sebagai beban dan membuat cepat tua.
Wakil Presiden KH Maruf Amin turut mengomentari geger geden Gita Savitri vs Warganet di Twitter soal childfree atau keputusan tak ingin memiliki anak. Menurut Kiai Ma'ruf konsep childfree menyalahi tujuan pernikahan.
Gita Savitri yang menyebut anak sebagai beban dan rahasia awet muda dengan childfree terus mendapat kritikan dari berbagai kalangan. Pola pikir Youtuber yang tinggal di Jerman tentang anak dinilai salah kaprah.