LANGIT7.ID, Jakarta -
Childfree menjadi topik hangat yang dibicarakan publik Tanah Air saat ini.
Childfree merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan individua tau pasangan yang memutuskan untuk tidak memiliki anak.
Namun, tahukah Anda bahwa pemikiran
childfree sebenarnya sudah ada pada zaman jahiliyah? Meskipun konsep childfree pada masa itu tidak seperti yang terjadi pada era moderen. Kala itu, kaum jahiliyah enggan memiliki anak perempuan saja.
Menurut salah satu pemuka agama di
cariustadz.id, Ustaz Hasiolan, kondisi tersebut bisa terlihat dalam Surah Al An’am ayat 137. Allah Ta’ala berfirman:
Baca Juga: Ramai Isu Childfree, Ma'ruf Amin Ingatkan Tujuan Pernikahan“Dan demikianlah berhala-berhala mereka (setan) menjadikan terasa indah bagi banyak orang-orang musyrik membunuh anak-anak mereka, untuk membinasakan mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak akan mengerjakannya. Biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.” (QS Al An’am: 137)
“Salah satu sikap masyarakat jahiliyah yang menadi sorotan adalah mengubur hidup-hidup anak-anak perempuan mereka,” kata Ustadz Hasiolan di laman
cariustadz, dikutip Selasa (14/2/2023).
Perbuatan itu pada awalnya dilakukan Bani Rabi’ah lalu diikuti Bani Kindah dan sebagian Bani Tamim. Setidaknya ada tiga alasan masyarakat jahiliyah mengubur anak mereka secara hidup-hidup.
Baca Juga: Sarah Sechan: Semua Orang Pasti Menua, Syukuri Nikmat yang AdaPertama, orang tua khawatir jatuh dalam kemiskinan, sementara anak perempuan dianggap tidak produktif. Hal ini bisa dilihat dalam Surah Al An’am ayat 151. Kedua, takut jika anak perempuan jatuh dalam kemiskinan saat dewasa nanti. ini dijelaskan dalam Surah Al Isra ayat 31.
Ketiga, khawatir menanggung malu jika anak perempuan tersebut ditawan dalam peperangan, sehingga diperkosa. Sedangkan, perang pada masa itu adalah hal yang lumrah terjadi. Ini bisa dilihat dalam Surah An Nahl ayat 58.
“Jika zaman jahiliyah anak dibunuh oleh mereka yang tidak berpengetahuan, sedang masa jahiliyah moderen dilakukan oleh ibu dan dan dokter yang berpengetahuan serta mereka hidup dalam situasi maraknya tuntutan HAM, apakah kita tidak berpikir?” kata pungkas Hasiolan.
(jqf)