Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home global news detail berita

Abdul Muti: Gagasan Childfree tak Sesuai Konteks Indonesia dan Ajaran Islam

Muhajirin Kamis, 16 Februari 2023 - 04:00 WIB
Abdul Muti: Gagasan Childfree tak Sesuai Konteks Indonesia dan Ajaran Islam
Childfree yang jadi pro dan kontra (foto: Langit7.id/Istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengencam tindakan selebgram asal Indonesia di Jerman, Gita Savitri yang mempromosikan gagasan childfree. Gagasan tersebut tidak bisa dianggap remeh. Selain bertentangan dengan konteks masyarakat Indonesia, gagasan itu juga tidak sesuai dengan konsep keluarga dalam ajaran Islam.

“Mengapa ini terjadi? Salah satu hal yang jadi sebab berkembangnya tren ini adalah pergeseran pandangan mengenai keluarga dan hubungan suami istri dalam keluarga,” kata Mu’ti dalam program Kolak Tvmu, dikutip Rabu (15/2/2023).

Guru Besar Pendidikan Agam Islam UIN Syarif Hidayatullah ini menjelaskan, childfree muncul akibat berubahnya filosofi pernikahan. Jika relasi pernikahan pada awalnya bertujuan untuk regenerasi, maka childfree memandang pernikahan hanya sebatas rekreasi.

Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat: Childfree Sudah Ada Sejak Zaman Jahiliyah

“Untuk senang-senang saja. Oleh karena itu, terhadap kecenderungan ini, selain tadi ada orang berkeluarga yang tidak mau berketurunan. Ada juga orang mau punya anak, tapi enggak mau hamil. Alasannya, takut enggak cantik lagi, dan enggak menarik lagi,” ucapnya.

Childfree pada akhirnya dapat mengakibatkan degenerasi atau keterputusan generasi. Selain itu, gagasan itu juga tidak sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana anjuran Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Daud, an-Nasa’i, dan Ahmad, Rasulullah SAW bersabda:

“Nikahilah wanita yang penyayang lagi memiliki banyak keturunan. Maka, sesungguhnya aku akan berbangga-bangga dengan banyaknya kalian di depan umat lainnya pada hari kiamat.”

Baca Juga: Praktik Childfree Zaman Jahiliyah, Anak Perempuan Dibunuh

Mu’ti menjelaskan, hadits tersebut menunjukkan salah satu tujuan pernikahan yakni reproduksi dan regenerasi. Atas dasar itu, dia minta para pakar fikih kontemporer memperhatikan hal tersebut. Para dai dibutuhkan untuk memberikan pencerahan kepada umat.

“Kecenderungan yang hedonistis seperti ini perlu kita waspadai dan kita sadari karena yagn jadi target dalam pandangan seperti ini adalah anak-anak muda, karena menganggap gaya hidup masa kini, apalagi mereka tahapan mencari idola dan kalau idolanya seperti itu mereka bisa meniru. Itulah pentingnya bimbingan agama bagi generasi muda dan tidak menganggap kecenderungan ini sebagai tren yang biasa saja,” ujar Mu’ti.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)