Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Memahami Kekeliruan Konsep Childfree: Manusia Bagian dari Peradaban Bukan Merusak

mahmuda attar hussein Selasa, 21 Februari 2023 - 15:00 WIB
Memahami Kekeliruan Konsep Childfree: Manusia Bagian dari Peradaban Bukan Merusak
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Konsep childfree disebut sebagai kekeliruan pola pikir kaum Barat. Dalam teori Barat, dikatakan bahwa populasi manusia dianggap dapat merusak sumber daya.

Pendakwah Ustaz Felix Siauw memaparkan, konsep childfree dalam teori Barat mencuat lantaran mereka menganggap adanya keterbatasan dalam sumber daya. Sementara kebutuhan manusia tidak terbatas.

"Mereka menilai kebutuhan itu harus dibatasi. Karena ketika manusia berkembang terus maka akan timbul kerusakan," katanya dalam podcast di kanal YouTube YNTV, Selasa (21/2/2023).

Baca Juga: Abdul Mu’ti: Gagasan Childfree tak Sesuai Konteks Indonesia dan Ajaran Islam

Menurutnya, hal itulah yang kemudian menjadi propaganda dan masuk ke negara berkembang. Padahal, konsep childfree akan menimbulkan masalah baru dalam sebuah negara, yaitu depopulasi.

"Populasi (manusia) yang menyusut ini akan menjadi masalah, karena populasi itu syarat awal untuk bisa membangun peradaban. Jadi, kuantitas itu adalah syarat pertama kalau kita berbicara tentang kualitas," ungkapnya.

Untuk itu, dia menilai konsep childfree yang dianut sebagian orang adalah pemikiran keliru. Terlebih, bila tujuan childfree dikatakan untuk bisa awet muda.

Di sisi lain, masih ada banyak hal lagi yang menjadi kekeliruan dari konsep childfree. Di antaranya yaitu mengklaim bahwa anak sebagai beban, anak dinilai sebagai investasi yang tidak logis, dan lainnya. "Maka saya tidak setuju. Padahal, peradaban itu ditopang oleh kuantitas manusia," ujar Felix Siauw.

Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat: Childfree Sudah Ada Sejak Zaman Jahiliyah

Adapun faktor yang mendasari hal tersebut lantaran pola pikir orang yang memandang sesuatu dengan angle berbeda. Ketika sudah demikian, maka orang-orang akan memiliki pola pikir sempit dan tidak terbuka. Bahkan, bisa saja menganggap bahwa kekayaan itu merupakan beban, terutama bagi orang-orang yang tidak menginginkannya.

"Bahkan, anak itu juga jadi beban bagi orang-orang yang berpikir dengan cara yang berbeda. Maka yang ingin kita luruskan adalah pola pikir yang digunakan tadi. Jadi semua tergantung mindset, karena salat pun bisa jadi beban," tutur Ustaz Felix Siauw.

Menurutnya, sebuah hal bisa menjadi beban ketika pikiran manusia tidak luas dan tidak terbuka. Sebaliknya, pikiran yang luas akan memiliki kemampuan untuk bisa mengakses semua hal.

"Termasuk keinginan yang tadinya tidak bisa diakses, seperti misalnya punya rumah, kendaraan, dan lain-lain. Itu artinya, dalam hal ini anak bukanlah beban, tapi pikiran orang-orang saja yang kurang luas," tambahnya.

Baca Juga:

Praktik Childfree Zaman Jahiliyah, Anak Perempuan Dibunuh

Ramai Isu Childfree, Maruf Amin Ingatkan Tujuan Pernikahan


(gar)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)