LANGIT7.ID-Jakarta; Ustaz Adi Hidayat, seorang ulama terkemuka Indonesia, memberikan pencerahan mendalam tentang keistimewaan waktu sahar dan kaitannya dengan peningkatan ketakwaan melalui istighfar. Dalam kajiannya yang dibagikan melalui akun Instagram @kajianustadzadihidayat.lc, beliau mengungkapkan bahwa orang-orang yang bertakwa memiliki kebiasaan khusus di waktu sahar, yaitu memfokuskan diri untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.
Dalam penjelasannya, Ustaz Adi Hidayat menekankan bahwa puasa sejatinya merupakan sarana untuk melatih dan meningkatkan ketakwaan. Salah satu manifestasi ketakwaan tersebut adalah dengan memperbanyak istighfar, dan waktu sahar dinilai sebagai momentum yang paling baik untuk melakukannya. Ini menunjukkan betapa istimewanya waktu sahar sebagai waktu yang penuh keberkahan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Yang menarik, Allah SWT memberikan keistimewaan khusus bagi mereka yang rajin beristighfar di waktu sahar. "Orang yang memperbanyak istighfar di waktu sahar, maka oleh Allah disejajarkan Dan diberikan ia satu kesamaan, bisa ditafsirkan juga bisa mendapatkan limpahan karunia yang setara," jelas Ustaz Adi Hidayat, dikutip Senin (24/2/2025).
Mereka akan disejajarkan dan mendapatkan limpahan karunia yang setara dengan beberapa golongan mulia, yang menunjukkan betapa tingginya nilai istighfar di waktu sahar dalam pandangan Allah SWT.
Keutamaan Istighfar di Waktu SaharUstaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa orang yang rajin beristighfar akan mendapatkan tiga keutamaan besar. Pertama, mereka akan disejajarkan dengan ash-shabirin (orang-orang yang sabar). Ini menunjukkan adanya korelasi antara kebiasaan beristighfar dengan peningkatan kesabaran dalam diri seseorang.
"Orang yang rajin istighfar juga saat bersamaan akan cenderung memiliki kesabaran yang luar biasa," tutur beliau.
Orang yang rajin beristighfar cenderung memiliki tingkat kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Dampak Istighfar Terhadap Kualitas IbadahKeutamaan kedua dan ketiga yang disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat adalah bahwa orang yang rajin beristighfar akan disejajarkan dengan al-qanitin (orang-orang yang khusyuk dalam beribadah) dan ash-shiddiqin (orang-orang yang membenarkan dan mengamalkan ajaran Allah dan Rasul-Nya). Beliau menekankan bahwa semakin seseorang rajin beristighfar, semakin dekat hubungannya dengan Allah, yang pada gilirannya akan meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.
Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat memberikan pemahaman mendalam tentang konsep ash-shiddiqin. Beliau menjelaskan bahwa ash-shiddiqin adalah mereka yang tidak hanya memahami dan membenarkan ajaran Islam, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini berbeda dengan orang-orang yang hanya memahami kebenaran Islam atau kebaikan ibadah tertentu, namun tidak mengamalkannya. Sebagai contoh, ada orang yang paham bahwa shalat itu benar dan bisa mendekatkan diri kepada Allah, tetapi tidak melaksanakannya. Orang seperti ini tidak termasuk dalam kategori ash-shiddiqin.
Melalui penjelasan yang komprehensif ini, Ustaz Adi Hidayat mengajak umat Islam untuk memanfaatkan waktu sahar tidak hanya sebagai waktu makan sebelum berpuasa, tetapi juga sebagai momentum istimewa untuk meningkatkan kualitas ketakwaan melalui istighfar. Dengan memahami dan mengamalkan anjuran ini, diharapkan umat Islam dapat meraih keutamaan-keutamaan yang telah dijanjikan Allah SWT bagi mereka yang rajin beristighfar di waktu sahar.
(lam)