China Lockdown Mendadak, Ribuan Turis Terjebak di Resor
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 21 Juli 2022 - 05:59 WIB
Ilustrasi gadis remaja Asia mengenakan earphone duduk di depan lapttop, menghadiri kelas video online dengan guru di kamar tidurnya akibat kebijakan lockdown. Foto: Langit7.id/iStock
Pemerintah China menerapkan lockdown atau penguncian wilayah secara mendadak setelah adanya lonjakan kasus Covid-19 di negara tersebut. Hal tersebut kemudian membuat lebih dari 2.000 turis terdampar di kota pesisir China.
Dilansir dari BBC, Kamis (21/7/2022), pejabat di Beihai mengunci daerah perkotaan dan memerintahkan pengujian massal terhadap 1,9 juta penduduknya selama akhir pekan. Keputusan itu dilakukan saat kekhawatiran terus berkembang soal dampak strategi "nol-Covid" China pada ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Baca Juga:Satgas Covid-19: Penetrasi Vaksinasi Booster Masih Stagnan
Beihai merupakan destinasi musim panas terpopuler di wilayah Guangxi Selatan, China. Otoritas setempat melaporkan lebih dari 450 infeksi Covid-19 terjadi dalam lima hari hingga 16 Juli.
Tingkat kasus itu mungkin tampak rendah menurut standar internasional. Namun, angka itu dianggap tinggi di bawah pendekatan pemerintah China terhadap pandemi.
Pada, Ahad (17/7/2022), pemerintah daerah Beihai mengatakan wisatawan yang tidak melakukan kontak dengan siapa pun atau mengunjungi daerah berisiko sedang maupun tinggi, diizinkan pergi jika dapat menunjukkan tes negatif Covid-19. "Sisanya harus tinggal di kota dan dikarantina," kata para pejabat dalam konferensi pers.
Dilansir dari BBC, Kamis (21/7/2022), pejabat di Beihai mengunci daerah perkotaan dan memerintahkan pengujian massal terhadap 1,9 juta penduduknya selama akhir pekan. Keputusan itu dilakukan saat kekhawatiran terus berkembang soal dampak strategi "nol-Covid" China pada ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Baca Juga:Satgas Covid-19: Penetrasi Vaksinasi Booster Masih Stagnan
Beihai merupakan destinasi musim panas terpopuler di wilayah Guangxi Selatan, China. Otoritas setempat melaporkan lebih dari 450 infeksi Covid-19 terjadi dalam lima hari hingga 16 Juli.
Tingkat kasus itu mungkin tampak rendah menurut standar internasional. Namun, angka itu dianggap tinggi di bawah pendekatan pemerintah China terhadap pandemi.
Pada, Ahad (17/7/2022), pemerintah daerah Beihai mengatakan wisatawan yang tidak melakukan kontak dengan siapa pun atau mengunjungi daerah berisiko sedang maupun tinggi, diizinkan pergi jika dapat menunjukkan tes negatif Covid-19. "Sisanya harus tinggal di kota dan dikarantina," kata para pejabat dalam konferensi pers.