home wirausaha syariah

OJK Harap Kondisi Domestik Bisa Hindari RI dari Risiko Stagflasi

Kamis, 21 Juli 2022 - 10:35 WIB
Ilustrasi stagflasi. Foto: Langit7.id/iStock
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengharapkan kondisi domestik saat ini yang cukup baik dapat menghindari Indonesia dari risiko terbesar stagflasi yang membayangi dunia.Maka dari itu, ia menegaskan OJK akan mengantisipasi dan menanggulangi sebisa mungkin risiko dari dampak pelemahan perekonomian global dan peningkatan harga komoditas.

Berbagai risiko tersebut, saat ini telah membawa perekonomian dunia pada kondisi stagflasi dan kemungkinan akan ada dampaknya ke Indonesia. Mahendra mengatakan tentunya langkah-langkah tersebut tidak akan dilakukan sendiri, tetapi bersinergi dengan pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam kerangka Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK).

Baca Juga:Marak Aksi Begal Rekening, Kenali 4 Modus Ini agar Tak Tertipu



"Kondisi stagflasi di dunia nampaknya memang tidak terelakkan," kata Mahendra dalam konferensi pers yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (20/7/2022).

Menurutnya, kesehatan dan kinerja industri jasa keuangan yang baik akan sangat menentukan keberlanjutan pertumbuhan sektor riil termasuk UMKM di tengah kondisi ekonomi dunia yang penuh tantangan. Sehingga dapat meningkatkan lapangan kerja dan daya beli masyarakat.

Dalam konteks penguatan sektor keuangan secara umum, dia menekankan pihaknya akan melakukan berbagai langkah internal, tetapi tetap sesuai dengan peran yang diharapkan kepada OJK. Termasuk mendukung proses pembahasan dan penerbitan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
mahendra siregar ojk inflasi stagflasi ekonomi global
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya