home global news

Krisis Pangan di Depan Mata, Ini yang Harus Dilakukan Rumah Tangga

Kamis, 21 Juli 2022 - 18:35 WIB
Sayuran hidroponik di Masjid At-Taqwa Sunter Muara. Foto: LANGIT7.ID/Andi Muhammad.
Indonesia dan berbagai negara-negara di dunia tengah dibayangi oleh krisis pangan global. Food and Agriculture Organization (FAO) menyatakan kelaparan akan terjadi di 20 titik di seluruh dunia selama Juni hingga September.

Pakar pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menyatakan tanda-tanda krisis pangan itu sudah muncul dan ditandai dengan iklim yang tidak menentu, hujan ekstrem, bencana alam dan lain-lain. Akibatnya petani gagal panen karena kebanjiran atau kekeringan dan gagal panen karena ledakan hama dan penyakit.

“Jumlah penduduk terus naik, sementara kenaikan jumlah pangan tidak seimbang dengan kenaikan jumlah penduduk," kata Jaka Widada dikutip dari laman resmi UGM, Kamis (21/7/2022).

Baca Juga:IDEAS: Krisis Pangan Bayangi Indonesia, Pemerintah Jangan Bergantung Impor Pasar Global

Sementara Pengamat pangan IPB, Dr. Sahara, S.P, M.Si, menilai kondisi krisis pangan saat ini merupakan kondisi terburuk dalam ketahanan pangan dunia. Kondisi ini lebih buruk dibandingkan 2018 lalu.

Lalu, bagaimana upaya yg harus dilakukan rumah tangga untuk bersiap menghadapi kondisi tersebut?

Peneliti Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Meli Triana Devi, menjelaskan beberapa upaya yang dapat dilakukan rumah tangga dalam menghadapi krisis pangan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
rumah tangga hidroponik krisis pangan family farming
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya