home edukasi & pesantren

Pesantren Darul Arqam Garut, Pusat Kaderisasi Ulama Muhammadiyah

Senin, 09 Agustus 2021 - 05:52 WIB
Gedung Utama Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut (foto: darularqam.sch.id)
Pondok Pesantren Darul Arqam merupakan salah satu pesantren terbesar di bawah naungan Muhammadiyah. Ponpes tersebut terletak di Jl. Raya Garut-Tasikmalaya, Cilawu, Garut, Jawa Barat. Di pesantren ini para santri tidak hanya mempelajari pendidikan agama saja, namun ada juga pendidikan formal.

Pesantren itu didirikan dengan tujuan membentuk karakter santri yang bertanggung jawab, mandiri, berakhlak mulia, dan memiliki wawasan yang luas. Tidak heran jika pesantren ini memiliki perkembangan cukup pesat dari tahun ke tahun. Dari segi prestasi, pesantren ini tak perlu diragukan lagi.

Pendirian Pesantren Darul Arqam bermula dari kekhawatiran Persyarikatan Muhammadiyah tentang keberadaan ulama yang semakin langka. Terlebih jika melihat peta umat Islam ke depan. Kekhawatiran itu muncul pada Muktamar Muhammadiyah ke-39 pada 17-22 Januari 1975 di Padang, Sumatera Barat.

Dalam muktamar tersebut, Menteri Agama RI, H. Mukti Ali, mengkritik tajam Muhammadiyah saat menyampaikan sambutan. “Muhammadiyah jangan suka berbicara dan membicarakan tajdid apabilan Muhammadiyah tidak pandai berbahasa Arab,” demikian kutipan kritik Mukti Ali. Dia juga meminta Muhammadiyah menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada kaderisasi ulama.

Muktamar itu membawa semangat tersendiri bagi warga Muhammadiyah Garut. Pesan Mukti Ali disambut dengan antusias tinggi. Kemudian, dalam Musyawarah Daerah Muhammadiyah Garut pada 23-25 Mei 1975, tokoh-tokoh Muhammadiyah di daerah itu sepakat merealisasikan pesan Mukti Ali dengan membangun pesantren yang berorientasi kaderisasi ulama.

Pada 1 dan 15 Juni 1975, dalam Rapat Pimpinan Muhammadiyah Garut, I. Sukandiwirya dan Mamak Mohammad Zein ditunjuk sebagai ketua dan sekretaris pimpinan daerah Garut. Ia lalu menandatangani surat keputusan pimpinan Muhammadiyah Daerah Garut No. A-1/128/75 tertanggal 16 Juni 1975.

Surat Keputusan itu berisi pembentukan dan pengangkatan Panitia Pembangunan Pesantren Muhammadiyah Daerah Garut dengan menunjuk O. Djudju sebagai Ketua Panitia. Kemudian pembangunan pesantren resmi dimulai pada 20 April 1976, bertepatan dengan pembukaan Muktamar Tarjih XXI.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pesantren muhammadiyah kaderisasi ulama ustadz adi hidayat
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya