Survei: Potensi Politik Identitas Minim Terjadi pada Pemilu 2024
Fajar adhitya
Jum'at, 22 Juli 2022 - 19:05 WIB
Ilustrasi pemilihan umum atau pemungutan suara. (Foto: Langit7.id/iStock)
Lembaga survei Indopol melakukan survei untuk mengetahui potensi terjadinya politik identitas pada pemilu 2024. Data survei menyimpulkan potensi politik identitas minim terjadi dalam kontestasi demokrasi akbar dua tahun mendatang.
Hal tersebut disampaikan Direktur Indopol, Ratno Sulistiyanto. "Ini sangat kecil sekali meskipun kita tahu bahwa politik identitas momentumnya pada saat pilkada DKI," kata Ratno dalam diskusi daring bertajuk 'Dihadang Isu Politik Identitas, Elektabilitas Anies-AHY Melesat', Kamis (21/7/2022).
Baca Juga:Prabowo-Khofifah, Pengamat: Perpaduan Pas Nasionalis Religius
Survei ini juga menggambarkan isu politik identitas tidak mempengaruhi elektabilitas Anies Baswedan sebagai capres. Data Indopol merekam mayoritas responden memilih pemimpin berdasar visi misinya. "Dasar pilihan capres kalau dikatikan dengan agama, suku, kelompok, tidak lebih dari lima persen," ujar Ratno.
Survei Indopol memperlihatkan sebanyak 57,72 masyarakat memilih pemimpin berdasar visi misi. Menariknya, penampilan fisik calon pemimpin juga menjadi perhatian masyarakat, sebanyak 8,46 persen masyarakat menyukai capres yang gagah, ganteng, baik, dan cerdas.
"Figur seagama hanya 4,80 persen, terkait kelompok atau ormas hanya 2,68 persen, dan etnis 0,73 persen. Semuanya alsannya karena visi dan misinya," lanjut Ratno.
Survei itu dilakukan dalam kurun 24 Juni-1 Juli 2022 dengan total responden 1.230 orang yang diambil dari seluruh provinsi. Survei diambil secara tatap muka dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini 2,8 persen serta tingkat kepercayaan 95 persen.
Hal tersebut disampaikan Direktur Indopol, Ratno Sulistiyanto. "Ini sangat kecil sekali meskipun kita tahu bahwa politik identitas momentumnya pada saat pilkada DKI," kata Ratno dalam diskusi daring bertajuk 'Dihadang Isu Politik Identitas, Elektabilitas Anies-AHY Melesat', Kamis (21/7/2022).
Baca Juga:Prabowo-Khofifah, Pengamat: Perpaduan Pas Nasionalis Religius
Survei ini juga menggambarkan isu politik identitas tidak mempengaruhi elektabilitas Anies Baswedan sebagai capres. Data Indopol merekam mayoritas responden memilih pemimpin berdasar visi misinya. "Dasar pilihan capres kalau dikatikan dengan agama, suku, kelompok, tidak lebih dari lima persen," ujar Ratno.
Survei Indopol memperlihatkan sebanyak 57,72 masyarakat memilih pemimpin berdasar visi misi. Menariknya, penampilan fisik calon pemimpin juga menjadi perhatian masyarakat, sebanyak 8,46 persen masyarakat menyukai capres yang gagah, ganteng, baik, dan cerdas.
"Figur seagama hanya 4,80 persen, terkait kelompok atau ormas hanya 2,68 persen, dan etnis 0,73 persen. Semuanya alsannya karena visi dan misinya," lanjut Ratno.
Survei itu dilakukan dalam kurun 24 Juni-1 Juli 2022 dengan total responden 1.230 orang yang diambil dari seluruh provinsi. Survei diambil secara tatap muka dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini 2,8 persen serta tingkat kepercayaan 95 persen.