Begini Cara Merawat Anak Isolasi Mandiri di Rumah
Muhajirin
Senin, 09 Agustus 2021 - 08:20 WIB
ilustrasi anak yang sedang isolasi mandiri (foto: langit7.id/istock)
Wabah Covid-10 di Tanah Air tidak hanya mengintai orang dewasa, namun juga anak-anak. Sementara anak terlebih yang masih dalam usia dini, ketika isolasi mandiri tentu membutuhkan pendampingan dan perawatan dari orang tua saat terjangkit Covid-19.
Dilansir dari nu.or.id, Dokter RSUD Purwokerto Jawa Tengah, dr Rosalia Kusuma Dewi membagikan tips merawat anak atau bayi yang tengah melakukan isolasi mandiri. Orang tua tetap bisa mengasuh anak yang positif Covid-19 dalam satu ruangan dengan beberapa catatan.
Pertama, orang tua atau pengasuh harus memiliki risiko rendah terhadap gejala berat Covid-19. Kedua, jika ada anggota keluarga yang positif maka dapat isolasi bersama. Namun, jika orang tua dan anak memiliki status Covid-19 yang berbeda, maka disarankan memberikan jarak tidur dua meter di kasur terpisah serta terus memberikan dukungan psikologis pada si anak.
Sementara, untuk isolasi anak remaja sudah harus mandiri. Dr Rosalia menganjurkan anak remaja diisolasi dalam satu ruangan berbeda. Namun, jika kondisi ibu tidak memungkinkan untuk merawat anak/bayinya maka keluarga lain yang tidak terinfeksi Covid dapat merawat bayi termasuk membantu pemberian ASI perah selama ibu sakit.
Di samping itu, hal yang tak kalah penting adalah bayi yang masih mengonsumsi ASI harus tetap diberikan ASI, dengan protokol kesehatan.
“Ibu dapat menggunakan alat pelindung diri (APD) masker dan pelindung mata bila memungkinkan. Pastikan mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh dan menyusui bayi,” kata dr Rosalia.
Ketiga, orang tua harus menyediakan asupan makanan bergizi seimbang, memberikan ASI kepada bayi dan suplemen dalam bentuk obat seperti multivitamin yang mengandung vitamin C dan vitamin D3 serta zink.
Dilansir dari nu.or.id, Dokter RSUD Purwokerto Jawa Tengah, dr Rosalia Kusuma Dewi membagikan tips merawat anak atau bayi yang tengah melakukan isolasi mandiri. Orang tua tetap bisa mengasuh anak yang positif Covid-19 dalam satu ruangan dengan beberapa catatan.
Pertama, orang tua atau pengasuh harus memiliki risiko rendah terhadap gejala berat Covid-19. Kedua, jika ada anggota keluarga yang positif maka dapat isolasi bersama. Namun, jika orang tua dan anak memiliki status Covid-19 yang berbeda, maka disarankan memberikan jarak tidur dua meter di kasur terpisah serta terus memberikan dukungan psikologis pada si anak.
Sementara, untuk isolasi anak remaja sudah harus mandiri. Dr Rosalia menganjurkan anak remaja diisolasi dalam satu ruangan berbeda. Namun, jika kondisi ibu tidak memungkinkan untuk merawat anak/bayinya maka keluarga lain yang tidak terinfeksi Covid dapat merawat bayi termasuk membantu pemberian ASI perah selama ibu sakit.
Di samping itu, hal yang tak kalah penting adalah bayi yang masih mengonsumsi ASI harus tetap diberikan ASI, dengan protokol kesehatan.
“Ibu dapat menggunakan alat pelindung diri (APD) masker dan pelindung mata bila memungkinkan. Pastikan mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh dan menyusui bayi,” kata dr Rosalia.
Ketiga, orang tua harus menyediakan asupan makanan bergizi seimbang, memberikan ASI kepada bayi dan suplemen dalam bentuk obat seperti multivitamin yang mengandung vitamin C dan vitamin D3 serta zink.